Jateng

Investasi Jateng Meroket, Pemerintah RI Target Pelabuhan Kendal dan Dry Port Batang Dibangun Tahun Ini

×

Investasi Jateng Meroket, Pemerintah RI Target Pelabuhan Kendal dan Dry Port Batang Dibangun Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Pelabuhan
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, usai rapat di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 11 Mei 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas percepatan pembangunan Pelabuhan Kendal yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak para pelaku industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Menurut Todotua, pembahasan proyek tersebut kini tinggal menyisakan persoalan teknis dan administrasi antarkementerian.

“Ini tinggal masalah teknis, sifatnya administrasi dan lain-lain. Nanti akan kita coba kawal dan dorong ke kementerian terkait lainnya. Minggu depan akan segera kita tindak lanjuti melalui rapat di pusat, di Jakarta,” jelasnya.

Ia berharap seluruh proyek logistik strategis di Jawa Tengah bisa segera bergerak tahun ini agar tidak terus menghambat aktivitas industri yang tumbuh sangat cepat.

“Harapannya kalau boleh, kita bisa percepat agar tahun ini sudah mulai tahap konstruksi,” tegas Todotua.

BACA JUGA: Mulai Diperbaiki, Pelindo Ungkap Penyebab Jebolnya Tembok Penahan Air Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Selain pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pelabuhan di Kendal serta dry port di kawasan KITB Batang. Ia menuturkan, kebutuhan infrastruktur logistik tersebut mendesak lantaran tingkat keterisian kawasan industri di Jawa Tengah terus meningkat.

“Di Kendal okupansinya sangat tinggi, mungkin sekarang sudah 100 persen. Kemudian di Batang sudah 60-an persen,” ujarnya.

Ia mengingatkan, pertumbuhan kawasan industri tanpa dukungan pelabuhan dan logistik yang memadai akan melemahkan daya saing investasi Jawa Tengah ke depan.

“Dukungan infrastruktur ini yang kita butuhkan, karena tanpa pelabuhan logistik yang mumpuni, hal ini akan melemahkan daya saing industri dan investasi di wilayah Jawa Tengah,” lanjutnya.

Luthfi Sebut 70 Persen Arus Logistik Jateng Masih Lari ke Jakarta dan Jatim

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengakui keterbatasan infrastruktur pelabuhan selama ini membuat sebagian besar arus logistik dari Jawa Tengah justru keluar menuju pelabuhan di DKI Jakarta maupun Jawa Timur.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ԁiubah agar perputaran ekonomi dan aktivitas industri tidak terus bergantung pada daerah lain.