SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah RI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengebut pengembangan infrastruktur logistik di Jawa Tengah menyusul tingginya kepadatan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Selain pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas, pemerintah juga menargetkan pembangunan Pelabuhan Niaga Kendal hingga dry port atau pelabuhan darat di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mulai masuk tahap konstruksi tahun ini.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan penguatan sektor logistik menjadi perhatian utama pemerintah lantaran biaya logistik berpengaruh besar terhadap biaya operasional industri maupun investasi di Jawa Tengah.
“Hari ini kita hadir di sini untuk mengadakan rapat mengenai logistik, khususnya pelabuhan laut yang berada di wilayah Jawa Tengah,” ujar Todotua usai rapat di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 11 Mei 2026 sore.
Menurut Todotua, salah satu fokus utama pemerintah saat ini ialah peningkatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Walikota Semarang Turun Lapangan Cek Tanggul Laut yang Jebol di Pelabuhan Tanjung Mas
“Memang salah satu hal yang perlu kita kembangkan dan kita dukung untuk wilayah Jawa Tengah ini, terkhusus mengenai logistik, adalah pengembangan dan peningkatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas,” lanjutnya.
Ia menilai, persoalan logistik tak bisa lagi ԁipisahkan dari upaya meningkatkan daya saing investasi di Jawa Tengah. Sebab, tingginya ongkos logistik akan langsung berdampak terhadap biaya produksi industri maupun aktivitas perdagangan.
“Karena biaya logistik itu sangat berperan penting terhadap komponen biaya produksi operasional usaha, baik di kawasan industri maupun terhadap kegiatan perdagangan dan investasi lainnya di wilayah Jawa Tengah,” katanya.
Todotua memastikan Kementerian Investasi akan ikut mengawal percepatan pembangunan infrastruktur logistik tersebut bersama kementerian terkait, khususnya Kementerian Perhubungan.





