Jateng

Isu Efisiensi Anggaran Pusat Menguat, Ahmad Luthfi Pastikan Tak Ada Pemberhentian PPPK di Jateng

×

Isu Efisiensi Anggaran Pusat Menguat, Ahmad Luthfi Pastikan Tak Ada Pemberhentian PPPK di Jateng

Sebarkan artikel ini
Parkir Perpustakaan Provinsi Jateng | Pemberhentian PPPK
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat dijumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin, 30 Maret 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, angkat bicara soal potensi pemberhentian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) imbas kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah RI.

Saat dijumpai usai menghadiri pembukaan Dialog Antikorupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 30 Maret 2026, Luthfi menegaskan tak ada pemangkasan maupun pemberhentian PPPK imbas efisiensi.

“Pemangkasan PPPK? Pemangkasan apa? Enggak [ada],” ujar Luthfi singkat.

Dalam kesempatan itu, Luthfi pun membenarkan bahwa nasib PPPK di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tak berpengaruh dengan adanya efisiensi atau pemangkasan dana transfer ke daerah atau TKD dari pusat.

“Enggak, Jateng gak pengaruh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan pemerintah bakal melakukan efisiensi anggaran agar defisit APBN tidak terlalu melambung di atas 3 persen.

BACA JUGA: Tak Bayar THR PPPK Paruh Waktu, Enam Instansi Pemerintah di Jateng Kena Lapor

Kendati begitu, sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan terkena penghematan.

Ia mengutarakan, eskalasi konflik Timur Tengah memaksa pemerintah memutar otak atas pemakaian anggaran di beberapa kegiatan. Sehingga membuka opsi untuk menunda belanja-belanja negara yang tidak terlalu mendesak.

“Contoh perjalanan dinas, perjalanan dinas luar negeri. Itu terus kami perketat,” ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawakan Program Strategis Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Menurutnya, pertimbangan realokasi anggaran bukan semata-mata lantaran konflik AS-Israel dengan Iran.

“Jadi sebelum kejadian [serangan AS-Israel ke Iran] itu, kebetulan ya, kita tadinya tidak menduga akan ada perang atau ada eskalasi,” ujar dia.

Jateng Tak Ada Pemberhentian PPPK, Jakarta Usahakan Tidak Ada Juga

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara soal potensi pemberhentian PPPK akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum final.

“Hal yang berkaitan dengan PPPK, karena ini kan masih debatable, belum keputusan sepenuhnya dari pemerintah pusat,” ujar Pramono Jumat, 27 Maret 2026.

BACA JUGA: THR Tak Sesuai Harapan, PPPK Paruh Waktu di Salatiga Mengadu ke DPRD

Pramono berjanji tidak ada pemberhentian PPPK jika kebijakan pemangkasan anggaran benar-benar berlaku.

“Tetapi Pemerintah DKI Jakarta kemarin PPPK-nya kan memang ada yang paruh waktu maupun yang sepenuhnya itu kan juga baru dilantik. Maka dengan demikian kami akan mempelajari itu. Tapi yang jelas Pemerintah DKI Jakarta akan berusaha tidak ada pemberhentian kerja,” terang Pramono. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp