“Kalau pembiayaan hanya dari APBD pastinya kurang maksimal, maka dari itu kami mengajukan bantuan ke pusat,” imbuhnya.
Ia berujar, irigasi sekunder akan mendukung aktivitas pertanian di kota Semarang.
Seperti halnya di beberapa kabupaten yang ada di sekitar Kota Semarang yang memiliki irigasi pendukung pertanian.
Menyoal progres pembangunan irigasi, ia mengatakan surat tebusan yang diminta Kementerian PUPR telah dikirim ke pusat.
“Kemungkinan saluran air tersebut akan dibangun di wilayah Gunungpati dan Mijen,” tambahnya. (Ak/EL)





