SEMARANG, beritajateng.tv – Pertandingan padel bertajuk Iris Serve and Smash sukses menyedot perhatian ratusan pecinta olahraga padel di Jawa Tengah. Berlangsung di awal tahun, ajang ini tak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang berkumpul dan bersenang-senang bagi komunitas padel lintas daerah.
Turnamen yang digagas oleh IRIS Bakehouse bersama ATW Corp ini disebut sebagai pertandingan padel terbesar yang pernah digelar di Semarang, bahkan di Jawa Tengah. Total 192 peserta ambil bagian hanya dalam satu hari pelaksanaan, mencerminkan pesatnya pertumbuhan olahraga padel di Indonesia.
Owner IRIS, Michelle Soeryajaya, mengatakan Iris Serve and Smash ini bukan semata-mata sebagai ajang adu kemampuan, melainkan pertemuan besar komunitas padel untuk saling mengenal dan menikmati olahraga dengan suasana fun.
“Kami mengadakan acara padel terbesar di Semarang, bahkan mungkin di Jawa Tengah di awal tahun ini. Ini seru-seruan bersama pemain padel nomor satu Indonesia, ada Zar Lasahido, juga Gisella Anastasia dan Shannon Wong untuk meramaikan acara,” ujar Michelle di sela-sela turnamen pada Sabtu, 10 Januari 2026.
“Tujuan utamanya mengumpulkan semua pemain padel untuk bermain bersama, saling kenal, dan have some fun,” lanjutnya.
BACA JUGA: Turnamen Padel Terbesar di Jateng Berlangsung di Semarang 10 Januari 2026, Ada Gisella Anastasia!
Antusiasme peserta, ia sebut sangat tinggi, seiring meningkatnya tren padel di Indonesia sejak tahun lalu. Semarang dipilih sebagai lokasi karena dinilai memiliki komunitas padel yang berkembang pesat dan solid.
“Peminat padel sekarang sudah banyak sekali. Kita bikin di Semarang dan ternyata pesertanya luar biasa banyak,” tambahnya.
Selain kompetisi, Iris Serve and Smash juga membawa pesan sportivitas. Michelle berharap turnamen ini mampu menanamkan nilai sportmanship di kalangan pemain padel, sekaligus memperluas kecintaan masyarakat terhadap olahraga ini.
“Harapannya sportmanship pemain padel di Indonesia semakin diutamakan, makin banyak yang mencintai padel, dan tentu semakin mengenal IRIS,” jelasnya.
Salah satu bintang tamu, Gisella Anastasia, mengaku menikmati pengalaman bertanding di Semarang. Ia menyebut format fun game tetap menantang meski terpenuhi suasana santai.
“Seru banget karena dipasangin sama orang-orang yang belum pernah latihan bareng. Namanya fun game tapi tetap nggak mau main asal-asalan,” kata Gisella.
Ia juga mengapresiasi atmosfer turnamen yang mempertemukan banyak pemain padel dari berbagai daerah. Sesuatu yang jarang ditemui dalam satu event.
“Biasanya susah ketemu pemain-pemain kayak gini. Ini pertama kali juga main event padel di luar kota, dan baru kali ini di Semarang. Keren, makanannya enak, orang-orangnya baik, mainnya juga seru,” ujarnya.
Menurut Gisella, padel kini bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana bersosialisasi dan membangun relasi baru.
“Selain olahraga, padel itu banyak unsur sosialnya. Ketemu orang baru, peluang baru, mungkin itu yang bikin orang-orang suka,” pungkasnya.
BACA JUGA: Anggap Padel Bukan Sekadar Olahraga, Pengamat Adi Prayitno: Tongkrongan Demokratis Warga Kota
Selain itu, ada juga pemain padel nomor satu di Indonesia, Zar Lasahido yang turut meramaikan turnamen tersebut.
“Supportnya unreal karena banyak banget yang datang dan positive vibesnya, very happy to be here,” ujarnya.
Ke depan, IRIS membuka peluang untuk kembali menggelar turnamen serupa sepanjang tahun, memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga padel di Jawa Tengah. (*)
Editor: Farah Nazila





