Uncategorized

Jadi Astronot Perempuan Pertama Arab Saudi, Begini Penampakan Mekkah yang Dipotret Rayyanah Barnawi dari Luar Angkasa

×

Jadi Astronot Perempuan Pertama Arab Saudi, Begini Penampakan Mekkah yang Dipotret Rayyanah Barnawi dari Luar Angkasa

Sebarkan artikel ini
astronot muslimah
Astronot muslimah pertama Arab Saudi, Rayyanah Barnawi, memotret penampakan Kota Makkah dan Masjidil Haram yang bercahaya dari luar angkasa. (Foto: @Astro_Rayyanah/Twitter)

FLORIDA, beritajateng.tv – Rayyanah Barnawi, perempuan Arab Saudi, menjadi astronot muslimah pertama dari dunia Arab yang memperlihatkan Kota Suci Makkah dari luar angkasa. Ia menggunakan roket SpaceX untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada Minggu (21/5/2023) waktu setempat.

Rayyanah sang astronot muslimah membagikan gambar Arab Saudi dan terutama Makkah beserta Masjidil Haram, tempat Ka’bah berada, melalui akun media sosialnya pada Jumat (26/5/2023).

“Seluruh Kerajaan (Arab Saudi) tampak bersinar. Saya berusaha menunjukkan kepada Anda,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, “Di sini Anda bisa lihat Makkah. Ini adalah Masjidil Haram. Lihat betapa terangnya Makkah.”

Tidak hanya Rayyanah, ada warga Arab Saudi lainnya yang juga terbang ke ISS. Ia berangkat bersama Ali al-Qarni, seorang pria dan pilot pesawat tempur. Keduanya beroleh sponsor oleh pemerintah Arab Saudi.

Astronot Muslimah Jadi Bukti Arab Saudi Tak Lagi Konservatif

Kedatangan kedua astronot ini mendapat sambutan penuh antusias di Arab Saudi, menunjukkan bahwa negara yang dulu orang anggap ultrakonservatif semakin aktif menjelajahi luar angkasa.

Arab Saudi pertama kali mengenal angkasa luar pada tahun 1985 ketika Pangeran Sultan ibn Salman Al Saud melakukan perjalanan dengan pesawat ulang-alik. Ia menjadi warga negara Arab Saudi pertama, orang Arab pertama, muslim pertama, dan anggota keluarga kerajaan pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa.

Pada tahun 2018, di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman (Pangeran MBS), Arab Saudi mendirikan Komisi Luar Angkasa dengan tujuan mengirim astronot ke luar angkasa. Program beasiswa juga pihaknya tingkatkan untuk mereka yang tertarik mempelajari luar angkasa.

Selama berada di luar angkasa, Rayyanah dan Ali al-Qarni sibuk melakukan penelitian. Selain itu, mereka juga berinteraksi dengan sekelompok pelajar di Arab Saudi. Komunikasi tersebut berlangsung melalui radio untuk berbagi pengalaman unik mereka tinggal di luar angkasa.