Gaya Hidup

Jadi Makanan Khas Dugderan, Begini Sejarah Roti Ganjel Rel, Terinspirasi Kudapan Mewah Belanda!

×

Jadi Makanan Khas Dugderan, Begini Sejarah Roti Ganjel Rel, Terinspirasi Kudapan Mewah Belanda!

Sebarkan artikel ini
roti ganjel rel dugderan
Aunil menunjukkan roti ganjel rel kudapan khas yang dikerap disajikan saat Tradisi Dugderan, Senin, 24 Februari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Roti ganjel rel merupakan salah satu makanan khas Semarang yang sangat ikonik dengan bulan Ramadhan dan Karnaval Dugderan.

Namun siapa sangka, roti berbentuk segi panjang berwarna cokelat itu nyaris punah puluhan tahun lalu.

Salah satu pembuat roti ganjel rel legendaris di Semarang, Aunil Fadlilah mengisahkan, roti ganjel rel sempat langka di era 1990-an. Bahkan, memasuki tahun 2000-an, hanya tersisa satu-dua penjual roti ganjel rel.

“Tahun 1990-an sudah langka, tahun 2000 hanya 1-2 orang yg jualan. Padahal tahun 1980-an, setiap ospek mahasiswa mesti disuruh bawa ganjel rel,” kisahnya kepada beritajateng.tv, Senin, 24 Februari 2025.

BACA JUGA: Semarak Dugderan 2023, Warga Semarang Berebut 10 Ribu Roti Ganjel Rel

Aunil Fadlilah yang juga akrab dengan panggilan Aunil Masjuki itu merupakan generasi ketiga dari keluarga pembuat roti ganjel rel.

Pada tahun 2009, ia mendapat permintaan dari Wali Kota Semarang saat itu, Sukawi Sutarip, untuk melestarikan kue roti ganjel rel. Salah satunya dengan menjadikan roti ganjel rel menjadi kudapan khas dalam Dugderan.

“Jadi ketika dulu pertama kali saya ditunjuk membuat roti ganjel rel, saya bikin beberapa sample untuk dikurasi oleh takmir Masjid Kauman,” ucapnya.

Dugderan: Roti ganjel rel mirip kudapan Belanda, Onbitjkoek

Lebih jauh, Aunil mengatakan, roti ganjel rel sebenarnya telah ada sejak zaman Belanda. Tepatnya, roti ganjel rel terinspirasi dengan kudapan mewah zaman kolonial yakni Onbitjkoek.

Hanya saja, lanjut Aunil, Onbitjkoek memiliki bahan baku yang mahal bagi rakyat biasa. Misalnya bahan tepung, telur, hingga kacang almond.

Akhirnya secara kreatif, masyarakat meniru dengan membuat roti serupa dengan menggunakan gaplek (singkong kering) sebagai pengganti tepung terigu dan meniadakan kacang almond.

“Tidak semua orang bisa mencicipi Onbitjkoek. Zaman dulu kita susah mencari tepung terigu, adanya tepung gaplek, telur juga tidak melimpah seperti sekarang. Akhirnya dibikin sederhana pakai gaplek, gula jawa dan dicampur rempah-rempah lainnya seperti jahe, kembang lawang, cengkeh,” papar Aunil.