SEMARANG, beritajateng.tv – Pergantian pimpinan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Universitas Diponegoro (Undip) berlangsung usai kasus hukum menjerat dr. Taufik Eko Nugroho.
Taufik sebelumnya menjabat sebagai ketua program studi (Kaprodi) PPDS Anestesiologi Undip, namun kini posisinya tergantikan oleh dr. Sigid Kirana Lintang Bima.
dr. Sigid saat ini juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang. Hal itu tersampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu, yang menegaskan bahwa Sigid pun merupakan dosen aktif di Undip.
BACA JUGA: PPDS Anestesi Undip Buka Lagi, Pasang CCTV dan Ubah Jam Kerja Agar Tak Ada Bullying
“Betul, dr. Sigid Kirana, Ketua IDI [Kota Semarang]. Kebetulan juga dosen di Undip,” ujar Yan beberapa waktu yang lalu.
Penanganan kasus kematian dr. Aulia Risma Lestari terus bergulir. Taufik Eko Nugroho bersama dua tersangka lain sebelumnya hanya wajib lapor. Kini, mereka resmi ditahan setelah pelimpahan perkara ke kejaksaan.
BACA JUGA: Keberatan atas Penahanan Tersangka PPDS, Undip Ajukan Penangguhan
Dua tersangka lainnya adalah Sri Maryani, staf administrasi, serta Zara Yupita Azra, senior dari dokter Aulia dalam program PPDS Anestesiologi. Ketiganya kuat dugaan terlibat dalam kejadian tragis yang menimpa dokter Aulia.
Pihak Undip memilih menunggu hasil proses hukum sebelum mengambil langkah lanjutan. Pernyataan itu ditegaskan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Wijayanto.
BACA JUGA: Kejari Semarang Ungkap Tersangka PPDS Undip, Duga Berniat Kabur hingga Rusak Barang Bukti
“Kami akan melihat proses hukum lebih dulu untuk menentukan langkah berikutnya,” jelas Wijayanto.
Sementara itu, aktivitas PPDS Anestesiologi Undip yang sebelumnya sempat terhenti, kini kembali berjalan. Jam kerja juga telah tertata ulang agar lebih kondusif. (*)





