“Saat saya berbicara dalam bahasa Korea, suara saya lebih tinggi. Itu hampir terdengar seperti orang lain yang sedang berbicara,” tambahnya. Proses beradaptasi ini membuatnya merasa seperti dua orang yang berbeda, dengan Jae yang berusia 18 tahun ketika pertama kali tiba di Korea, dan Jae yang berusia 17 tahun ketika kembali ke Amerika.
Menjadi Diri Sendiri Setelah Karier di Day6
Setelah berbicara tentang tantangan budaya yang ia hadapi, Jae juga merenungkan bagaimana ia merasa lebih bebas sekarang, setelah meninggalkan Day6.
Namun, meskipun merasa lebih bebas, Jae juga mengakui bahwa terkadang ia merindukan masa-masa ketika ada orang yang membimbingnya.
“Kadang-kadang saya merindukan itu, karena rasanya menyenangkan memiliki seseorang yang mengarahkanmu, seperti ‘Hey, kamu harus menulis tentang ini, kita bisa lakukan ini’,” tambahnya.
Kebebasan dan Tantangan Baru
Jae mengungkapkan bahwa meskipun ia sekarang lebih bebas untuk mengekspresikan diri, tantangan baru datang seiring dengan kebebasan tersebut.
“Sekarang, ini seperti pisau bermata dua. Saya bebas, tapi kadang-kadang saya juga merasa sedikit kehilangan arah,” tuturnya.
BACA JUGA: Syok Liat Budaya Belajar Korea, Xaviera Putri: Kerja Keras Toxic
Dengan perjalanan panjang yang telah ia lalui, Jae Park kini lebih matang dalam memahami siapa sosoknya dan bagaimana ia ingin berkontribusi dalam dunia musik.
Perjalanan kariernya, yang dimulai dari pengaruh budaya yang kuat di Korea hingga kembali ke akar dirinya di Amerika, menggambarkan bagaimana ia terus berkembang dan beradaptasi dalam dunia yang serba cepat ini. (*)





