SEMARANG, beritajateng.tv – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah memastikan ratusan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak selama Ramadan hingga Lebaran 2026.
Program ini menyasar seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah guna menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan bahan pokok tetap aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Andi Reina Sari, mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah mengikuti arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah bergerak cepat mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan.
“Selama Ramadan rencananya ada 227 titik Gerakan Pangan Murah di seluruh kabupaten dan kota. Semua daerah sudah mendaftarkan pelaksanaannya dan distribusinya mendapat dukungan subsidi,” ujar Andi Reina dalam media briefing di Kantor BI Jawa Tengah, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika konsumsi masyarakat meningkat signifikan.
Berdasarkan pemantauan terbaru, harga beras di Jawa Tengah relatif terkendali. Namun, beberapa komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah mulai mengalami tekanan harga akibat faktor cuaca.
BACA JUGA: Pemprov Jateng Telah Gelar GPM 2.436 Kali, Omzetnya Capai Rp45,7 Miliar
“Secara produksi sebenarnya cabai cukup banyak di lahan. Tetapi panen terkendala cuaca dan kondisi yang sangat lembap, sehingga kualitasnya ikut terdampak,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat distribusi tidak maksimal dan memengaruhi harga di tingkat pasar. Untuk itu, BI Jawa Tengah bersama TPID menyiapkan intervensi pasar yang fleksibel dan responsif.
Andi Reina menambahkan, jadwal pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak di umumkan jauh hari. Penetapan waktu berdasarkan perkembangan harga di lapangan agar intervensi lebih efektif dan menghindari potensi spekulasi.
“Begitu ada indikasi kenaikan harga, kami langsung tetapkan waktunya. Kami terus memantau pergerakan harga supaya intervensi tepat sasaran,” tegasnya.





