Jateng

Jalan Desa di Tunjungan Ambles 1,5 Meter, DPUPR Blora Turunkan 2 Ekskavator

×

Jalan Desa di Tunjungan Ambles 1,5 Meter, DPUPR Blora Turunkan 2 Ekskavator

Sebarkan artikel ini
Tunjungan Blora
Kondisi jalan desa di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, ambles hingga 1,5 meter, Rabu, 14 Januari 2025. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Jalan desa di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, ambles hingga 1,5 meter, Rabu, 14 Januari 2026.

Kondisi ini membuat akses utama warga lumpuh total dan memicu kekhawatiran akan potensi longsor yang mengancam permukiman.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana langsung turun tangan.

Dua unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat penanganan tanah ambles tersebut.

BACA JUGA: 10 Kepala Daerah dan 3 Wartawan Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026, Bupati Blora Usung Budaya Samin

Selain alat berat, warga setempat juga terlibat gotong royong. Mereka memotong bambu yang digunakan sebagai penahan tanah guna mencegah amblesan semakin meluas.

Saat ini, jalan desa tersebut sama sekali tidak bisa kendaraan lalui karena tanah terus mengalami penurunan. Jika tidak segera tertangani, amblesan ini berpotensi mengancam rumah warga di sekitar lokasi.

Berdasarkan data sementara, titik amblesan berada sekitar 20 meter dari aliran Sungai Lusi, sehingga rawan terjadi longsor susulan.

Subkoordinator Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air DPUPR Blora, Wahyu Benyamin Arivin, mengatakan penanganan berlangsung melalui kolaborasi lintas instansi.

BACA JUGA: Jadi Contoh Nasional, Polres Blora Raih Penghargaan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak

“Penanganan ini merupakan kerja sama antara DPUPR Blora dan BBWS Pamali Juana. Salah satu penyebab amblesnya jalan diduga karena sistem drainase yang kurang optimal,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, penanganan yang saat ini berlangsung masih bersifat sementara.

Dua unit ekskavator dari DPUPR dan BBWS terus beroperasi maksimal untuk menstabilkan kondisi tanah dan mencegah dampak yang lebih luas.

“Selama proses penanganan berlangsung, jalan desa kami tutup sementara demi keselamatan warga,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp