Jateng

Jalan Gombel Lama Rusak Berulang Akibat Tanah Bergerak, Warga Harap Perbaikan Tuntas

×

Jalan Gombel Lama Rusak Berulang Akibat Tanah Bergerak, Warga Harap Perbaikan Tuntas

Sebarkan artikel ini
Jalan Gombel Lama Kota Semarang yang akan ditutup total selama 7 bulan mulai 20 April 2026. Jumat, 17 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kerusakan Jalan Gombel Lama di kawasan Tinjomoyo, Banyumanik, yang terjadi berulang kali disebut dipicu oleh kondisi tanah yang labil dan terus bergerak. Warga pun berharap perbaikan yang dilakukan kali ini bisa menjadi solusi permanen.

Ketua RT 06 RW 05 Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Tugimin, mengatakan perbaikan jalan selama ini belum mampu mengatasi akar persoalan. Kondisi jalan yang bergelombang dan mudah rusak masih terus terjadi.

“Jalan ini kan untuk kebaikan warga juga, supaya aksesnya bagus, enggak kayak sekarang. Ini bergelombang, terus setiap dikerjakan rusak, setiap dikerjakan rusak,” ungkap Tugimin saat beritajateng.tv temui di kediamannya pada Jumat, 17 April 2026.

Menurutnya, perbaikan selama ini hanya bertahan sementara. Setelah pengasapalan, kondisi jalan kembali mengalami penurunan akibat tanah yang ambles.

“Kalau sudah diaspal, satu tahun itu kemungkinan tanah ambles lagi. Besoknya ganti aspal lagi, nambal aspal terus,” jelasnya.

BACA JUGA: BBPJN Tepis Isu Perbaikan Gombel Lama karena Pembangunan Pakuwon Mall: Kondisi Jalan Memang Berbahaya

Tugimin menilai, kerusakan jalan bukan karena kendaraan berat, melainkan karakter tanah di kawasan tersebut yang cenderung lembek seperti lumpur dan mudah bergerak, terutama saat musim hujan.

“Kemungkinan bukan dari kendaraan berat, karena tanah sini itu kayak lumpur. Setiap tahunnya pasti bergerak, apalagi kalau hujan deras pasti ada longsor,” katanya.

Ia menambahkan, meski tidak selalu terjadi banjir, pergerakan tanah tetap berlangsung dan berdampak pada struktur jalan yang telah diperbaiki.

“Kalau hujan deras pasti ada longsor. Jalan ini selalu turun dari yang sudah di kerjakan. Dulu sudah bagus, turun lagi, rusak lagi,” imbuhnya.

Tugimin menyebut, rencana perbaikan jalan oleh pemerintah pusat memberikan harapan baru bagi warga. Mengingat status jalan tersebut sebagai akses nasional, penanganan harapannya lebih maksimal dan menyeluruh.

“Mungkin pemerintah pusat melihat kondisi ini dan ingin memperbaiki supaya bisa teratasi. Harapannya tahun ini bisa benar-benar bagus, untuk warga, UMKM, dan semua yang punya usaha di Gombel Lama,” pungkasnya.

Ada Dua Titik Perbaikan di Jalan Gombel Lama

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BBPJN Jawa Tengah-DIY, Alfan Noor Rizal, menjelaskan, kondisi jalan Gombel Lama yang mengalami ambles menjadi alasan utama perbaikan berlangsung secara menyeluruh. Selain itu, tingginya muka air tanah di lokasi turut mempengaruhi metode pengerjaan.

“Nah, jalan Gombel Lama memang jalannya sebagaimana kita ketahui sudah ambles, ada patahan di situ. Selain itu juga ada muka air yang tinggi di sana, karena di situ ada sumber air, ada sendang, memang airnya tinggi,” jelasnya.

Alfan menegaskan, kondisi geografis wilayah Gombel memang tergolong rawan sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Sangat membahayakan. Sebagai info kondisi tanah dan kondisi geologi di Gombel itu kan termasuk rawan juga di sana,” katanya.

BACA JUGA: Kecelakaan di Turunan Gombel Lama Semarang, Satu Orang Tewas

Menurutnya, kondisi tersebut membuat perbaikan tidak bisa terlaksana sebagian, melainkan harus menggali seluruh badan jalan.

“Mau enggak mau pekerjaan itu harus ada penggalian menyeluruh, harus total. Maka dari itu memang harus kita tutup traffic-nya, karena yang kita gali itu keseluruhan badan jalan,” tegas Alfan.

Alfan menyebut, dari total panjang 1,27 kilometer yang di tangani, terdapat dua titik kerusakan berupa amblesan atau longsoran yang menjadi prioritas utama.

“Di dalam sepanjang 1,27 kilometer itu ada dua titik kayak amblesan atau longsoran yang harus kita tangani,” ujarnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp