SEMARANG, beritajateng.tv – Rencana penutupan Jalan Gombel Lama selama sekitar tujuh bulan mulai 20 April 2026 mendatang menimbulkan kekhawatiran bagi warga di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik. Selain soal akses jalan, nasib pelaku usaha kecil di sekitar lokasi juga menjadi sorotan.
Ketua RT 06 RW 05 Gombel Lama, Tugimin, mengatakan selama proses pengerjaan, akses keluar masuk warga tetap buka terbatas, khususnya untuk kendaraan roda dua. Namun, kendaraan roda empat dipastikan tidak bisa melintas.
“Untuk warga tetap dikasih jalan untuk akses keluar masuk untuk motor. Kalau mobil enggak bisa, terus terang mobil itu disarankan di lingkungan sekitar, enggak bisa untuk aktivitas,” jelas Tugimin saat beritajateng.tv temui di kediamannya pada Jumat, 17 April 2026.
BACA JUGA:Jalan Gombel Lama Rusak Berulang Akibat Tanah Bergerak, Warga Harap Perbaikan Tuntas
Ia menyebut, kebijakan tersebut berdasarkan komunikasi dengan pihak pelaksana proyek. Bahkan, kendaraan proyek seperti pengangkut material masih bisa masuk ke lokasi.
“Akses motor masih bisa untuk warga, karena dari pihak proyek juga ada mobil material yang masuk,” tambahnya.
Dampak penutupan ini terasa oleh warganya yang berjumlah sekitar 9 kepala keluarga (KK). Namun secara keseluruhan, proyek ini berdampak pada satu RW, yakni RW 05. Meski begitu, Tugimin mengaku belum mengetahui secara pasti keluhan utama warga karena proyek masih dalam tahap awal.
Ia juga mengindikasikan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur berskala besar. Mengingat jalan tersebut merupakan akses nasional dan pemerintah pusat kerjakan.
“Kemungkinan ada pembangunan besar, karena ini akses jalan nasional dan yang mengerjakan dari pusat,” ujarnya.
Kekhawatiran Pedagang Sekitar Jalan Gombel Lama
Sementara itu, salah satu pedagang di sekitar Jalan Gombel Lama, Sulis, mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak ekonomi akibat penutupan jalan. Ia yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil mengaku bingung jika akses ditutup total.





