SEMARANG, beritajateng.tv – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Kota Semarang 2026 kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sejumlah orang tua siswa mempertanyakan perubahan formula penilaian pada Jalur Prestasi SPMB yang dinilai berbeda dibanding tahun sebelumnya.
Perbincangan tersebut ramai muncul di media sosial, salah satunya melalui grup diskusi Threads @SPMBSemarang.
Sejumlah pengguna mengeluhkan perubahan komposisi penilaian yang justru membuat nilai rapor lebih dominan dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) maupun prestasi siswa.
Akun Threads @nura1200 menilai terdapat perubahan signifikan dalam skema seleksi tahun ini.
“Dinas Pendidikan Kota Semarang merubah game play SPMB SMP. Tahun lalu TKA porsinya jauh lebih besar dari rapor, sekarang kebalikannya. Rapor signifikansinya dua kali TKA, sedangkan faktor prestasi juga semakin kecil,” tulis akun tersebut.
BACA JUGA: Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah, Disdik Pastikan SPMB Semarang Tak Terganggu
Unggahan itu mendapat respons dari sejumlah orang tua calon peserta didik yang mengaku kesulitan memprediksi peluang anak mereka dalam persaingan masuk SMP negeri favorit.
Salah satu pengguna, @tri_wijayadi, menilai sistem sebelumnya lebih memberi ruang bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik baik meskipun berasal dari sekolah yang tidak mudah memberikan nilai rapor tinggi.
“Lebih bagus tahun kemarin. Nilai TKA besar sangat membantu siswa yang di sekolah sangat pelit memberikan nilai rapor bagus,” tulisnya.
Keluhan serupa juga datang dari akun @mrskufa yang menyoroti kecilnya tambahan poin dari jalur prestasi. Khususnya bagi siswa yang memiliki banyak prestasi non-akademik.
“Prestasi anakku cuma dapat poin satu, padahal untuk mendapatkannya berdarah-darah, tenaga, disiplin, dan air mata,” tulisnya.
Berdasarkan ketentuan Jalur Prestasi SPMB SMP Kota Semarang 2026, nilai akhir peserta di hitung menggunakan formula:
NAP = 2NA + 5NR + NP + NPPK
Dengan keterangan:
NA merupakan Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).
NR merupakan rata-rata nilai rapor kelas 4, kelas 5, dan semester 1 kelas 6.
NP merupakan Nilai Prestasi.
NPPK merupakan Nilai Penguatan Pendidikan Karakter
Dari formula tersebut, komponen nilai rapor memiliki bobot terbesar dari komponen lainnya. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa siswa dengan nilai rapor tinggi memiliki peluang lebih besar dalam seleksi dari peserta yang mengandalkan hasil TKA maupun prestasi.
Di tengah polemik tersebut, sejumlah orang tua juga mulai menerapkan strategi khusus dengan memantau pergerakan nilai peserta lain menjelang penutupan pendaftaran.
Strategi itu banyak berlaku pada sekolah-sekolah favorit yang memiliki tingkat persaingan tinggi.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa persaingan masuk SMP negeri di Kota Semarang tidak hanya di tentukan kemampuan akademik. Tetapi juga pemahaman terhadap formula penilaian dan strategi pemilihan sekolah.
Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kota Semarang belum memberikan keterangan resmi terkait alasan perubahan komposisi penilaian pada Jalur Prestasi SPMB 2026.
Namun, perdebatan mengenai efektivitas formula baru tersebut masih terus berkembang di kalangan orang tua dan calon peserta didik. (*)





