SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah satu bulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadan, umat Muslim memiliki anjuran untuk melanjutkannya dengan puasa Syawal.
Puasa sunnah ini menjadi amalan istimewa yang konon memiliki keutamaan setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
Puasa Syawal adalah salah satu bentuk ibadah sunnah setelah berakhirnya bulan Ramadan. Selain menambah pahala, ibadah ini juga menjadi penyempurna puasa Ramadan yang telah berlangsung sebelumnya.
Sementara itu, dalam hal pelaksanaan, memang terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait teknis menjalankan puasa Syawal.
Sayyid Abdullah al-Hadrami dalam salah satu kitabnya menjelaskan, tidak ada syarat yang mengharuskan puasa ini dilakukan secara berurutan.
BACA JUGA: Pakai Ketupat Tak Biasa, Begini Tradisi Syawalan Unik Kupat Jembut di Kota Semarang
“Seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal meskipun dikerjakan secara selang-seling, asalkan masih dalam bulan Syawal,” tulisnya.
Namun, ada pula pendapat lain yang menyebutkan bahwa lebih utama jika puasa syawal berlanhsung berturut-turut.
Imam Abu Al-Husain Al-Yamani menyatakan, menjalankan puasa Syawal selama enam hari langsung setelah Idul Fitri adalah amalan yang lebih baik.
Secara umum puasa Syawal bisa dilakukan kapan saja sepanjang bulan Syawal, tanpa batasan hari tertentu. Meski demikian, banyak ulama yang berpendapat bahwa waktu terbaik untuk memulai adalah pada tanggal 2 Syawal atau tepat sehari setelah Hari Raya Idulfitri.
Puasa Syawal pahalanya setara puasa setahun penuh
Lebih lanjut, menjalankan puasa syawal memiliki keutamannya tersendiri. Mengutip NU Online, menjalankan enam hari puasa Syawal memiliki hukum sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat baik.
Dari segi pahala, sebulan puasa Ramadan sama dengan puasa selama sepuluh bulan, sedangkan enam hari puasa Syawal setara dengan puasa dua bulan.
Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW bahwa siapa pun yang berpuasa Ramadan lalu menyambungnya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.
BACA JUGA: Video Tradisi Unik Syawalan Kupat Jembut di Semarang
Selain itu, puasa Syawal ada yang menyebut sebagai tanda terterimanya ibadah Ramadan. Imam Ibnu Rajab menjelaskan, salah satu indikasi terterimanya suatu amal ibadah adalah ketika seseorang terus melanjutkan amalan baik setelahnya.
Menjalankan puasa Syawal bukan hanya sekadar menambah pahala, tetapi juga menjadi bentuk kesungguhan dalam beribadah serta melatih diri untuk tetap konsisten dalam menjalankan amalan kebaikan setelah Ramadan berlalu. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





