Gaya Hidup

Jangan Lewatkan! Deretan Fenomena Langit Juni 2025, Ada Strawberry Moon, hingga Konjungsi Bulan

×

Jangan Lewatkan! Deretan Fenomena Langit Juni 2025, Ada Strawberry Moon, hingga Konjungsi Bulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bintang "jatuh" di Australia. (Nate Biddle/Pexels/Pixabay)
Ilustrasi bintang "jatuh" di Australia. (Nate Biddle/Pexels/Pixabay)

JAKARTA, beritajateng.tv – Langit sepanjang Juni 2025 akan dipenuhi oleh beragam fenomena langit menakjubkan, mulai dari hujan meteor, bulan purnama, hingga peristiwa astronomi langka.

Beberapa di antaranya bisa masyarakat nikmati dengan mata telanjang, sementara lainnya memerlukan alat bantu seperti teleskop atau teropong. Pastikan langit cerah dan bebas polusi cahaya untuk pengalaman terbaik.

Melansir banyak sumber, berikut daftar fenomena langit yang akan menghiasi langit Indonesia sepanjang Juni:

1. Strawberry Moon – 11 Juni

Bulan purnama yang muncul pada 11 Juni 2025 dikenal dengan sebutan Strawberry Moon. Nama ini berasal dari tradisi penduduk asli Amerika Utara, yang mengaitkan purnama Juni dengan musim panen stroberi liar.

BACA JUGA: Berikut 4 Alasan Kenapa Kamu Wajib Nonton Film Kingdom of the Planet of the Apes

Meski memiliki nama “Strawberry,” warna bulan tetap tampak normal dan tidak berubah menjadi merah. Di Eropa, purnama ini juga dikenal dengan sebutan Mead Moon atau Bulan Madu, yang menjadi asal mula istilah “honeymoon”.

2. Solstis Juni – 21 Juni

Solstis musim panas akan terjadi pada 21 Juni 2025, menandai hari terpanjang dalam setahun di belahan Bumi utara. Matahari akan mencapai titik tertingginya, berdiri hingga 71 derajat di atas ufuk selatan, dan menghasilkan durasi siang lebih dari 15 jam.

Fenomena ini terjadi dua kali setahun—pada bulan Juni dan Desember—dan menjadi penanda pergantian musim di berbagai negara lintang tinggi.

3. Hujan Meteor Bootids – 27 Juni

Hujan meteor Bootids aktif dari 22 Juni hingga 2 Juli, dengan puncak terbaik pada 27 Juni 2025. Titik radian berada di rasi Bootes, dan meteor tampak jelas setelah senja hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.

Dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, waktu terbaik untuk mengamati meteor adalah pukul 20.00 WIB, ketika langit sudah cukup gelap.

4. Konjungsi Mars dan Bulan – 30 Juni

Penutup bulan Juni akan dihiasi konjungsi Mars dan Bulan pada 30 Juni 2025. Planet Mars dan Bulan sabit membesar akan tampak sangat berdekatan, hanya terpisah sekitar 1°16′ di langit malam.

Tak hanya itu, fenomena earthshine—cahaya samar dari pantulan Bumi yang menerangi sisi gelap Bulan—juga kemungkinan akan terlihat, memberikan pemandangan langit malam yang indah dan dramatis.

BACA JUGA: Awal Ramadhan 2024 Bakal Berbeda, Planetarium UIN Walisongo Semarang Ungkap Penyebabnya

Agar fenomena langit terlihat jelas, hindari area dengan polusi cahaya dan usahakan mengamati dari tempat tinggi dengan langit terbuka.

Aplikasi peta langit digital juga dapat membantu menemukan posisi rasi bintang dan planet. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp