SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian wilayah Jateng mulai memasuki musim kemarau. Meski begitu, hujan masih berpotensi turun, terutama pada sore hingga malam hari.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, mengatakan suhu udara di Jawa Tengah dalam sepekan ke depan terpantau cukup tinggi, khususnya di wilayah Pantura.
“Untuk pekan ini, suhu maksimum di Jawa Tengah berkisar 32 sampai 34 derajat Celsius. Suhu tertinggi berada di wilayah Pantura seperti Semarang, Pati, Demak, serta Pekalongan, Pemalang, dan Tegal,” ujarnya saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Jumat, 17 April 2026.
Winda menuturkan, kondisi panas tersebut menjadi salah satu tanda awal peralihan musim dari hujan ke kemarau di sejumlah wilayah Jateng.
BMKG Ungkap Jateng Masih di Masa Peralihan, Pagi Panas Sore Hujan
Winda menjelaskan, saat ini Jawa Tengah masih berada pada masa peralihan atau pancaroba, sehingga cuaca cenderung berubah-ubah.
“Memang sebagian wilayah [Jateng] sudah mulai masuk musim kemarau, tapi belum semuanya. Ini masih masa peralihan, jadi pagi hingga siang cenderung panas, lalu potensi hujan muncul pada sore sampai malam,” jelasnya.
BACA JUGA: 2 Teks Khutbah Jumat: Menyikapi Musim Kemarau dan Meningkatkan Ketakwaan di Bulan Syawal
Ia menyebut, hujan yang terjadi umumnya bersifat ringan dan tidak merata di berbagai wilayah. Namun, di beberapa daerah seperti Pegunungan Tengah, hujan masih bisa turun dengan intensitas sedang hingga lebat meski berdurasi singkat.
“Untuk wilayah Pegunungan Tengah masih berpotensi hujan sedang hingga lebat, tapi sifatnya sporadis dan tidak terlalu lama,” imbuhnya.
Waspada Hujan Lebat 21-22 April di Jateng Bagian Timur dan Solo Raya
Meski tren hujan mulai menurun, BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan curah hujan pada 21 hingga 22 April 2026 di sejumlah wilayah.
“Sekitar tanggal 21 sampai 22 April ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di wilayah Jawa Tengah bagian timur, Solo Raya, dan sebagian wilayah selatan,” kata Winda.




