SEMARANG, beritajateng.tv – Jateng Petro Energy (JPEN) akan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang.
Direktur Utama Jateng Petro Energy Muhammad Iqbal menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan Angkasa Pura 1 sebagai mitranya.
“Selain PLTS di Bandara Ahmad Yani, kita juga dengan mitra kami Bank Jateng memasang PLTS di Bank Jateng,” ungkap Iqbal usai menghadiri acara Central Java Renewable Energy Investment Forum 2023 di Gumaya Tower Hotel, Jalan Gajah Mada, Kota Semarang, pada Selasa, 4 Juli 2023.
Sebagai wujud membangun energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy, Jateng Petro Energy tengah mengembangkan TLPS terapung di Kedungombo.
“Karena Jawa Tengah harus punya PLTS yang strategik, khususnya yang terapung seperti yang di Kedungombo,” jelasnya.
Ia meyakini, PLTS terapung mestinya tak menjadi hambatan, khususnya terkait oversupply yang menjadi permasalahan energi di Pulau Jawa. Baginya, PLTS terapung merupakan projek jangka panjang.
“Karena PLTS terapung kan project yang cukup panjang, mungkin after three years oversupply sudah tidak terjadi,” ucap Iqbal.
Mengenai implementasi di masyarakat, Iqbal membenarkan bahwa stiga masyarakat masih menganggap EBT sebagai energi yang mahal.
“Karena secara mindset ya, terutama keluar dari Kota Semarang, kan mindset-nya belum terserap baik. Kesannya PLTS ini mahal, kurang ekonomis, dan itu harus disosialisasikan, harus dirubah mindset-nya,” tuturnya.
“Harus ada stakeholder engagement atau people engagement ya. Supaya deployment proccess (proses penyebaran) dari penggunaan energi terbarukan ini bisa lebih masif, bisa tergerakkan dari orang-orang, dari masyarakat,” imbuhnya.
BACA JUGA: Ungkap Potensi Energi Terbarukan di Jateng, Gus Yasin: Ada Banyak Namun Belum Maksimal
Pemprov Jateng canangkan pemasangan PLTSa
Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Provinsi Jateng Taj Yasin Maimoen atau sapaan akrabnya, Gus Yasin. Sosoknya menyebut, saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Sampah tengah gencar dalam perluasan oleh Pemprov Jateng.
“Karena memang saat ini (EBT) sangat dibutuhkan. Apalagi mulai marak di perkotaan, bahkan di kota-kota kecil yang saat ini menggunakan PLTSa, baik itu mandiri maupun ditangani secara khusus,” terang Gus Yasin.
Menurutnya, pengembangan EBT juga harus bekerja sama dengan PLN, terutama terkait instalasi ke rumah-rumah.
“Kita gabisa langsung masang-masang sendiri, jadi kita harus bekerja sama, kita harus kulonuwun sama PLN untuk pemasangan-pemasangan PLTSa di rumah-rumah,” ucapnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





