Jateng

Jelang Pemilu 2029, Golkar Jateng Gaet Anak Muda Lewat Lomba Tari hingga Lagu “Mas Bahlil Ganteng”

×

Jelang Pemilu 2029, Golkar Jateng Gaet Anak Muda Lewat Lomba Tari hingga Lagu “Mas Bahlil Ganteng”

Sebarkan artikel ini
flashmob tari mbg
Suasana flashmob tari bersama para penari muda Jawa Tengah dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81 di kantor DPD Golkar Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Partai Golkar Jawa Tengah mulai menyasar generasi muda sebagai bagian dari strategi kaderisasi menuju Pemilu 2029. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menghadirkan kegiatan yang dekat dengan minat anak muda, mulai dari lomba tari kreasi hingga senam menggunakan lagu MBG atau “Mas Bahlil Ganteng”.

Kegiatan tersebut DPD Partai Golkar Jawa Tengah gelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua DPD Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh mengatakan, generasi muda menjadi perhatian penting partainya karena terprediksi akan mendominasi pemilih pada Pemilu 2029.

“Golkar sendiri ini kan memang kita tahu bahwa nanti pemilih itu 60-70 persen itu di bawah 50 tahun. Maka dari sekarang program dari pengurusnya juga kaderisasinya lebih ke generasi muda,” kata Saleh di sela-sela acara di kantor DPD Golkar Jawa Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

BACA JUGA: Libur Kirim MBG, Relawan Dapur SPPG Seso Blora Gelar Beragam Lomba HUT ke-81 RI

Menurutnya, pendekatan terhadap anak muda tidak hanya terlaksana melalui kegiatan politik, tetapi juga dengan menyediakan ruang untuk berkreasi dan beradaptasi dengan tren yang berkembang.

Salah satunya melalui lomba tari kreasi Jawa Tengah yang menyasar peserta berusia 15-20 tahun. Saleh menyebut antusiasme peserta menunjukkan bahwa seni dan budaya lokal masih memiliki daya tarik di kalangan generasi muda.

“Harapannya kita bisa kaderisasi orang-orang untuk melihat Partai Golkar ini lebih terbuka sama anak-anak muda. Kita bisa jadi wadah berkreasi anak-anak muda, mengikuti dan beradaptasi dengan kreativitas anak muda sekarang,” ujarnya.

Gandeng Tren Lagu MBG

Upaya mendekati generasi muda juga terlihat dari penggunaan lagu berjudul MBG “Mas Bahlil Ganteng” dalam kegiatan tersebut. Lagu yang dikaitkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia itu turut digunakan dalam senam.

Saleh mengatakan penggunaan lagu tersebut merupakan bentuk respons kader Golkar terhadap tren yang berkembang di kalangan masyarakat, termasuk anak muda melalui media sosial.

“Dengan viralnya lagu MBG itu bikin kami juga senang. Sudah wajar kader-kadernya sendiri ikut menyanyikan itu. Ternyata viralnya sedemikian sampai bisa buat senam juga,” katanya.

Menurut Saleh, program pemerintah Presiden Prabowo Subianto, termasuk MBG (Makan Bergizi Gratis), pendidikan, dan kesehatan, juga dinilai memiliki irisan dengan perhatian Partai Golkar terhadap masyarakat.

Saleh menegaskan, pendekatan melalui budaya, kegiatan kreatif, kesehatan, hingga tren yang anak muda gemari harapannya dapat membuat Partai Golkar lebih terbuka dan dekat dengan generasi pemilih baru.

Kegiatan peringatan kemerdekaan tersebut sekaligus mengangkat tema “Nguri-nguri tradisi dan budaya untuk menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur”. Menurut Saleh, budaya dan tradisi yang mengakar merupakan bagian dari modal sosial untuk membangun masyarakat.

“Budaya yang kuat, kemudian tradisi yang mengakar, itu kita bisa menjadi Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” katanya.

BACA JUGA: Ada 700 Lebih Siswa SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Ahmad Luthfi Serahkan Hasil Evaluasi ke BGN

Dalam kegiatan tersebut, Golkar Jateng turut menyediakan layanan cek kesehatan gratis melalui Puskesmas Pandanaran. Saleh menyebut layanan itu menjadi salah satu upaya agar masyarakat bisa memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa biaya.

“Ini juga cek kesehatan gratisnya, mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat yang biasanya berbayar tapi hari ini bisa cek secara gratis,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Srikandi Partai Golkar Jawa Tengah Ratih Pratiwi mengatakan lomba tari kreasi sengaja diarahkan kepada generasi muda untuk mengenalkan sekaligus menjaga budaya Jawa Tengah.

“Lomba tari kreasi Jawa Tengah ini adalah upaya kami untuk nguri-nguri kebudayaan dari anak-anak usia 15 sampai 20 tahun. Alhamdulillah banyak sekali peminatnya,” kata Ratih.

Tingginya minat peserta bahkan membuat panitia harus membatasi jumlah pendaftar karena keterbatasan waktu. Dari 35 kelompok yang tampil, sekitar 200 peserta berasal dari berbagai wilayah Jawa Tengah.

BACA JUGA: Zulhas Ultimatum SPPG MBG: Tak Serap Pangan Desa 4 Kali, Tutup!

Ratih menyebut kegiatan serupa berpeluang kembali digelar dalam bentuk lomba tari kreasi Jawa Tengah volume kedua.

“Insyaallah kita akan mengadakan lagi lomba tari kreasi Jawa Tengah volume 2,” ujarnya.

Selain lomba tari, sejumlah lomba khas perayaan 17 Agustus juga digelar. Di antaranya lomba sarung serta permainan memasukkan sedotan ke botol dengan peserta dari berbagai organisasi masyarakat. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp