Gaya Hidup

Bisnis Hotel Makin Menantang, Aston Inn Pandanaran Hadirkan Kuliner 60 Seconds to Tokyo

×

Bisnis Hotel Makin Menantang, Aston Inn Pandanaran Hadirkan Kuliner 60 Seconds to Tokyo

Sebarkan artikel ini
aston inn semarang
Keseruan peserta lomba memasak "Media Connect: Meet, Connect, Share" di Aston Inn Pandanaran Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bisnis perhotelan di Kota Semarang menghadapi tantangan sepanjang 2026. Di tengah persaingan antarhotel, perubahan pola perjalanan, hingga masyarakat yang semakin sensitif terhadap harga, Aston Inn Pandanaran Semarang memilih memperkuat strategi untuk menarik pasar.

Salah satunya melalui inovasi kuliner “60 Seconds to Tokyo”, rangkaian menu bercita rasa Jepang yang dikemas dengan konsep Japanese Street Food dan disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.

Executive Assistant Manager Aston Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati, mengatakan kondisi Agustus tahun ini terasa berbeda jika dibandingkan dengan 2025.

“Agustus memang cukup challenging. Apalagi di tahun ini 2026, semuanya terasa berbeda daripada dengan 2025,” kata Yuli saat beritajateng.tv temui pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Yuli, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena masyarakat kini cenderung lebih selektif dalam mengatur pengeluaran.

BACA JUGA: Dari Table Manner hingga Lomba Mewarnai, Aston Inn Semarang Ajak Anak Belajar Sambil Bermain

Namun, ia menilai tantangan terhadap okupansi hotel tidak dapat hanya berkaitan dengan faktor ekonomi.

“Kondisi ekonomi memang menjadi salah satu faktor yang kami perhatikan. Terutama karena masyarakat saat ini cenderung lebih selektif dalam mengatur pengeluaran,” ungkap Yuli.

Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi, mulai dari perubahan pola perjalanan hingga dinamika pasar.

“Namun, kami melihat tantangan okupansi bukan hanya berasal dari faktor ekonomi juga perubahan pola perjalanan, sensitivitas terhadap harga, persaingan antarhotel, serta dinamika corporate dan leisure market,” jelasnya.

“Jadi, kami melihatnya sebagai kombinasi beberapa faktor, bukan satu faktor saja,” imbuh Yuli.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, manajemen Aston Inn Pandanaran Semarang tetap optimistis mampu menjaga tingkat hunian hotel. Bahkan, pihaknya memasang target okupansi sebesar 85 persen hingga akhir 2026.

“Dan kami berharap tahun ini kita bisa closing untuk okupansi sesuai dengan budget kita. Okupansi, ya saya bicara ya, itu sekitar di 85 persen,” bebernya.