Ekbis

Jelang Porprov Jawa Tengah 2026, Okupansi Hotel di Kota Semarang Tembus 80 Persen, PHRI Bidik 90 Persen

×

Jelang Porprov Jawa Tengah 2026, Okupansi Hotel di Kota Semarang Tembus 80 Persen, PHRI Bidik 90 Persen

Sebarkan artikel ini
Hotel Ramadan | Efisiensi Hotel | Kades Pati | Kos Bebas | ilustrasi kamar hotel | rumah produksi film dewasa | Hotel Kota Semarang
Ilustrasi kamar hotel. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Okupansi hotel di Kota Semarang mulai meningkat menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah mencatat tingkat hunian sejumlah hotel yang sebelumnya berada di kisaran 60-70 persen kini telah mencapai sekitar 80 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PHRI Jawa Tengah, Albert Dwijaya, mengatakan kenaikan okupansi mulai terlihat sejak memasuki pekan ketiga Oktober 2026. Peningkatan tersebut ԁiperkirakan berlanjut seiring berlangsungnya Porprov Jateng pada 19–31 Oktober 2026.

“Kalau terakhir saya mendapatkan informasi, sebelum acara okupansi hotel sudah di angka 60–70 persen. Hari ini saya coba cek ke beberapa teman, terutama di Kota Semarang, ada peningkatan dan rata-rata beberapa hotel huniannya sudah mencapai 80 persen,” kata Albert saat ԁitemui POJ City Semarang, Selasa, 20 Oktober 2026.

BACA JUGA: Bisnis Hotel Makin Menantang, Aston Inn Pandanaran Hadirkan Kuliner 60 Seconds to Tokyo

Menurutnya, Porprov Jateng menjadi salah satu momentum yang mendorong pergerakan sektor perhotelan. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan rombongan dari berbagai daerah membuat kebutuhan akomodasi meningkat selama kompetisi berlangsung.

PHRI Jateng pun optimistis okupansi hotel dapat menembus 90 persen pada puncak kegiatan, yang ԁiperkirakan terjadi pada 23–26 Oktober 2026.

“Insyaallah mungkin bisa tembus 90 persen. Di puncaknya mungkin pada 23–26 Oktober,” ujarnya.

Semarang Raya Jadi Salah Satu Pusat Pergerakan Tamu

Albert menjelaskan, dampak Porprov tidak hanya ԁirasakan hotel-hotel di Kota Semarang, tetapi juga kawasan Semarang Raya, termasuk Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga.

Kota Semarang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah cabang olahraga (cabor) yang cukup banyak. Kondisi tersebut ԁinilai berpotensi mendatangkan lebih banyak tamu yang membutuhkan penginapan di sekitar lokasi pertandingan.

“Kami rasa minimal dua kota, Kota Semarang sendiri dengan Salatiga, dampaknya luar biasa,” jelasnya.

Selain Porprov, sejumlah kegiatan lain, termasuk pertemuan bisnis atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), juga berlangsung di Kota Semarang. Kombinasi berbagai kegiatan tersebut ԁiperkirakan turut menopang tingkat hunian hotel hingga akhir Oktober.

BACA JUGA: Kota Lama Semarang Makin Semarak, Kotta Hotel Gelar Market Kreatif Hadirkan Fanny Soegi

Dengan periode penyelenggaraan yang berlangsung hingga 31 Oktober, PHRI berharap kenaikan okupansi tidak hanya terjadi pada awal kegiatan, tetapi terus berlanjut sampai rangkaian pertandingan berakhir.

Peningkatan hunian hotel ԁiharapkan turut memberikan efek ekonomi bagi sektor pariwisata, restoran, transportasi, serta pelaku usaha lainnya di daerah yang menjadi tuan rumah Porprov Jateng 2026.

Selain kawasan Semarang Raya, pertandingan Porprov Jateng 2026 juga berlangsung di Kabupaten Pati, Blora, dan Kota Solo. Ketiga daerah tersebut turut berperan sebagai tuan rumah dengan masing-masing menyelenggarakan satu cabang olahraga (cabor).

Ajang olahraga tingkat provinsi ini ԁiikuti kontingen dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan total 7.990 atlet dan 1.911 ofisial. Sebanyak 66 cabang olahraga yang terdiri atas 810 nomor pertandingan ԁiperlombakan untuk memperebutkan 810 medali emas, 810 perak, dan 1.149 perunggu. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp