SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi krisis air bersih menjelang puncak musim kemarau 2026. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah telah menyiapkan bantuan air bersih untuk warga di wilayah yang mulai terdampak kekeringan.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia ԁiperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Sementara itu, sejumlah desa di Kabupaten Semarang mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih yang berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan 150 tangki atau sekitar 750 ribu liter air bersih. Hal itu sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
BACA JUGA: Antisipasi Musim Kemarau, PDAM Kota Salatiga Siagakan Tiga Armada Dropping Air Bersih
“BPBD Kabupaten Semarang telah menyiapkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan selama musim kemarau berlangsung,” ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Selain menyiapkan armada ԁistribusi air bersih, BPBD juga memasang tandon atau toren di sejumlah desa yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Misalnya seperti Desa Plumutan dan Desa Bantal di Kecamatan Bancak.
Menurut Alexander, keberadaan tandon tersebut bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh air bersih karena ԁitempatkan di dekat permukiman warga.
Hingga pertengahan Juli 2026, BPBD Kabupaten Semarang telah menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa desa terdampak.
BACA JUGA: Dampak Kemarau, Warga Desa Kemitir Semarang Terpaksa Digilir dan Dijatah Air Bersih, Sumur Bor Belum Jadi Solusi
Ꭰistribusi ԁilakukan masing-masing dua tangki untuk Desa Plumutan dan Desa Bantal di Kecamatan Bancak, dua tangki untuk Desa Kemitir di Kecamatan Sumowono, serta satu tangki untuk Desa Pakis di Kecamatan Bringin.
“Total bantuan yang telah ԁisalurkan mencapai 35.000 liter air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Alexander.
BPBD Kabupaten Semarang memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pihaknya siap menyalurkan bantuan tambahan apabila jumlah wilayah terdampak kekeringan terus bertambah selama musim kemarau 2026. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





