Jateng

Jemaah Haji Jateng Masuk Embarkasi 21 April, Terbang Langsung Tanpa Transit Hindari Wilayah Konflik

×

Jemaah Haji Jateng Masuk Embarkasi 21 April, Terbang Langsung Tanpa Transit Hindari Wilayah Konflik

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji Embarkasi Solo Jateng
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Fitriyanto, saat dijumpai di Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Keberangkatan jemaah haji asal Jateng mulai memasuki tahap embarkasi pada 21 April 2026. Kementerian Agama (Kemenag) memastikan seluruh proses berjalan aman, termasuk dari potensi dampak konflik geopolitik di Timur Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jateng, Fitriyanto, menegaskan hingga saat ini tidak ada gangguan terhadap penyelenggaraan ibadah haji.

“Sampai hari ini, pernyataan dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia tidak terpengaruh dengan geopolitik. Jadi haji tetap berjalan sesuai dengan rencana,” ujar Fitriyanto.

BACA JUGA: 901 Jamaah Haji Kabupaten Semarang Siap Berangkat, Kloter Pertama Mulai 25 April 2026

Ia menjelaskan, jemaah mulai masuk embarkasi pada 21 April 2026, sementara keberangkatan menuju Tanah Suci ԁijadwalkan sehari setelahnya. Kloter pertama, kata ԁia, berasal dari Kabupaten Tegal dengan jumlah sekitar 360 jemaah.

“Jadi 21 April mulai masuk embarkasi, tanggal 22 April baru terbang,” ucap ԁia.

Berangkat Tanpa Transit, Pesawaat Jemaah Hindari Wilayah Konflik

Fitriyanto memastikan sistem penerbangan tahun ini menggunakan pola langsung tanpa transit di wilayah Timur Tengah, sebagai langkah mitigasi terhadap potensi risiko.

Ia menyebut, penerbangan akan ԁilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines secara bergantian.

“Kita ԁirect, dari Indonesia langsung ke Madinah atau langsung ke Jeddah. Tidak mampir-mampir di daerah Timur Tengah. Separuh Garuda, separuh Saudi. Jadi langsung,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, tutur Fitriyanto, pemberangkatan jemaah haji asal Jawa Tengah tahun ini mencapai 34.122 orang yang terbagi dalam 96 kloter. Rinciannya, 81 kloter melalui embarkasi Solo dan 15 kloter melalui embarkasi Yogyakarta.

BACA JUGA: 63 ASN Pemkot Semarang Berangkat Haji, Agustina Titip Pesan Jaga Citra Kota

Setiap kloter akan ԁidampingi empat petugas, yakni ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga medis, dan paramedis.

Fitriyanto mengungkap, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia melalui skema prioritas. Menurutnya, tidak semua jemaah lansia membutuhkan pendamping, lantaran kondisi kesehatan masing-masing berbeda.