SEMARANG, beritajateng.tv – Warga RW 7 Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kota Semarang, akhirnya bisa beraktivitas lebih aman setelah pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Beringin rampung dan bisa warga gunakan.
Jembatan gantung itu masuk program TNI melalui Kodim 0733/Kota Semarang. Kini telah menjadi akses vital penghubung warga setelah jembatan lama putus akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu.
Pembangunan jembatan berjalan selama sekitar satu bulan. Infrastruktur tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar kurang lebih 1,2 meter. Pembangunan menggunakan konstruksi beton, besi, kayu, serta tali sling.
Kini, warga tidak lagi bergantung pada gethek maupun jembatan bambu darurat untuk menyeberangi sungai.
“Warga sangat berterima kasih karena jembatan ini memang sangat mereka butuhkan. Letaknya juga berada di tengah perkampungan sehingga akses jadi lebih dekat,” kata warga RW 7 Tambaksari, Mudhofin, Minggu, 10 Mei 2026.
Sebelumnya, warga sempat kesulitan beraktivitas setelah jembatan utama rusak akibat banjir bandang Sungai Beringin.
Untuk sementara, warga hanya mengandalkan gethek dan jembatan bambu seadanya agar tetap bisa bekerja, sekolah, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, akses darurat tersebut menurutnya berisiko, terutama saat hujan deras dan debit sungai meningkat.
“Kalau hujan deras, warga kadang takut melintas karena kondisi jembatan bambu cukup rawan,” ujarnya.
Selain faktor keamanan, antrean warga juga kerap terjadi setiap pagi dan sore karena jalur penyeberangan sangat terbatas.
BACA JUGA: Dua Pekan Akses Putus Akibat Jembatan Roboh, Warga Mangkang Wetan Bertaruh Nyali Seberangi Sungai
Dengan hadirnya jembatan gantung baru, aktivitas masyarakat kini kembali normal. Warga dari sisi utara maupun selatan kampung juga dapat melintas lebih cepat dan efisien.
“Tentu sekarang jauh lebih aman. Tidak perlu antre lagi seperti sebelumnya,” tambah Mudhofin.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengatakan pembangunan jembatan gantung tersebut bermula dari inisiatif Komandan Kodim 0733/Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo yang langsung mengusulkan bantuan pembangunan ke pemerintah pusat.





