Politik

Jokowi Masuk Bursa Ketua Umum PSI, Adi Prayitno: Cocoknya Bukan Ketum, Tapi Jabatan Strategis

×

Jokowi Masuk Bursa Ketua Umum PSI, Adi Prayitno: Cocoknya Bukan Ketum, Tapi Jabatan Strategis

Sebarkan artikel ini
Rangkap jabatan | Kerja Luar Negeri | Jokowi Ketum PSI | Ketua umum partai politik
Pengamat politik Adi Prayitno dalam salah satu video di kanal YouTube-nya. (Foto: YouTube/Adi Prayitno Official)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bursa calon ketua umum (ketum) PSI menjadi perbincangan hangat publik usai nama Joko Widodo (Jokowi) mencuat sebagai sosok potensial.

Pengamat politik Adi Prayitno dalam kanal YouTube-nya, Adi Prayitno Official, Kamis, 15 Mei 2025, menyampaikan analisis mendalam soal keterkaitan Jokowi dengan PSI.

“PSI itu partai paling loyal terhadap Jokowi,” ujar Adi.

Ia menilai, sejak awal berdiri, PSI konsisten mendukung Jokowi secara terbuka dan tanpa kompromi. Maka tak heran jika peluang Jokowi masuk dalam struktur partai menjadi isu menarik.

BACA JUGA: Mahasiswi ITB Bikin Meme Prabowo-Jokowi Ciuman Kena Ringkus, Adi Prayitno: Kritik Tak Harus Berujung Pidana

Adi menyebut pernyataan Jokowi yang masih mempertimbangkan untuk maju sebagai isyarat penting. “Jokowi menjawab dengan kalkulasi. Itu tanda belum menutup peluang,” jelasnya.

Menurut Adi, jawaban tersebut bisa dimaknai sebagai sinyal politik bahwa Jokowi sedang menimbang serius kemungkinan itu.

Namun, Adi juga menyampaikan keraguannya. “Saya agak sulit membayangkan Jokowi menjadi ketua umum PSI. Ukuran partainya terlalu kecil,” ucapnya.

Ia beranggapan Jokowi lebih cocok menduduki jabatan strategis seperti dewan pembina atau majelis tinggi partai.

BACA JUGA: Soal Ijazah Palsu, Relawan Alap-alap Jokowi Laporkan Empat Orang ke Polrestabes Semarang

Meski begitu, dampak politik kehadiran Jokowi di PSI dinilai sangat besar. Ia menilai Jokowi mampu mengubah nasib partai tersebut dalam waktu singkat.

“Kalau Jokowi gabung, PSI bisa naik kelas. Basis relawannya kuat,” kata Adi.

Sebelumnya, Jokowi sempat berseloroh soal pencalonannya sebagai ketum PSI. “Jangan-jangan kalau saya maju, tak ada yang berani nyalon,” kata Jokowi.

Adi menilai pernyataan itu bercanda tapi sarat makna. “Jokowi sadar dia tak punya tandingannya di PSI,” tegasnya.

“Terlepas dari jabatan resminya nanti, Jokowi dan PSI itu seperti dua sisi mata uang. Tak terpisahkan,” tandasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp