Ka Divre Jateng MoU Pemanfaatan Kawasan Hutan dengan Bupati Rembang

Ka Divre Jateng MoU Pemanfaatan Kawasan Hutan dengan Bupati Rembang

REMBANG, 15/4 (BeritaJateng.tv) – Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Dr.Ir Budi Widodo MP melaksanakan penandatanganan naskah kerjasama pemanfaatan kawasan hutan dengan Bupati Rembang H Abdul Hafizd S.Pdi di Pendopo Musium Ra Kartini Rembang, Kamis (14/04/22) sore kemarin.

Turut hadir dalam penandatanganan kerjasama Wakil Bupati Rembang Hanis Cholil Baro’ beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah yang terkait di Kabupaten Rembang.

Kadivre jateng Budi Widodo mengapresiasi Bupati Rembang yang selama ini mensupport Adminisstratur (Adm) Perhutani di wilayah Mantingan dan Kebonharjo.

KA Divre berharap dengan adanya kerjasama ini, nantinya segala kegiatan yang masuk dalam kawasan hutan, dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

“Semoga masyarakat di sekitar kawasan hutan yang ikut didalamnya, bidang pekerjaan, bidang tanaman maupun tebangan, dan para penggarap didalam kawasan hutan semakin sejahtera dan makmur,”Katanya.

Bupati Rembang H Abdul Hafizd mengucapkan terima kasih kepad Kadivre Jateng atas kerjasamanya.

Hafizd berharap kerjasama ini bisa memberi makna dan manfaat bagi Kabupaten Rembang, khususnya warga masyarakat yang ada di sekitar hutan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Jajaran Perhutani, terlebih Pak Agus yang sangat luar biasa, dalam merintis kerjasama dengan Pemkab sebagai tonggak sejarah atas kerjasama yang dilakukan oleh Perhutani, “Ucap Hafizd.

Mudah-mudahan kerjasama ini nantinya bisa ditindaklanjuti di lapangan dengan baik.

Utamanya untuk PDAM. Karena untuk saluran air yang dikelola oleh PDAM Rembang bersinggungan dengan wilayah hutan.

Karena wilayah yang dilewati alur distribusi air ini sebagian juga dari lahan Perhutani dalam kawasan hutan.

“Kalau hutan yang ada di kabupaten Rembang Lestari, inisangatlah luar biasa. Karena penyediaan air bersih maupun lahan pertanian selama ini sumber mata airnya dari kawasan hutan,“ jelasnya.

Bupati merasa terbantu betul atas fasilitas yang diberikan perusahaan, sehingga ini juga sedikit banyak punya dampak positif terhadap kelangsungan Perum Perhutani dalam usahanya.

“Karena ketika masyarakat sudah punya hasrat, ini tentu yang namanya pencurian kayu pasti berkurang. Ini salah satu manfaat yang diperoleh masyarakat kita,”imbuhnya.

Bupati tidak akan segan-segan untuk terus menjalin komunikasi, bersinergi dengan baik dengan Perhutani Mantingan maupun Kebonharjo, tentang pengelolaan hutan lindung maupun hutan produktif.

“Semuanya itu adalah untuk kemakmuran bangsa dan rakyat kita. Yang dimiliki oleh Perhutani ini cukup banyak, ada tambang ada alur-alur yang bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga, kalau dikerjasamakan saya kira luar biasa saling menguntungkan,” tuturnya.

Sekedar diketahui angka kemiskinan di Kabupaten Rembang masih agak tinggi, kira-kira masih 15,8% tahun 2021.

“Dengan kerjasama ini, ia juga berharap Rembang tidak lagi menjadi kabupten termiskin,”Pungkasnya. (Her/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.