Pembukaan belum banyak bertambah hingga beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 21.00 WIB, pembukaan baru mencapai satu. Sukma lalu masuk ke ruang bersalin sekitar pukul 22.00 WIB.
Setelah menjalani persalinan normal, Elbara akhirnya lahir dengan selamat pada pukul 23.20 WIB. “Kebetulan HPL-nya tanggal 16, cuma mundur jadi tanggal 17,” kata Sukma.
Kelahiran Elbara yang tepat pada Hari Kemerdekaan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Mereka berharap putranya kelak tumbuh menjadi anak sukses yang mampu membanggakan keluarga maupun negara.
BACA JUGA: Rayakan Kemerdekaan, Warga Pandansari Ulik Jejak Sejarah Lewat Peta Kuno Semarang Tahun 1695
“Semoga bisa jadi anak yang sukses. Membanggakan keluarga dan negara,” harap Sukma.
Ꭰirektur RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang, Rahma Defi, mengatakan pihak rumah sakit turut memberikan apresiasi kepada kedua keluarga tersebut.
Kedua bayi lahir melalui persalinan normal. Pihak rumah sakit juga memberikan bingkisan sebagai ucapan selamat sekaligus membantu pengurusan akta kelahiran bagi kedua bayi yang lahir tepat pada Hari Kemerdekaan.
“Kami juga akan menguruskan akta kelahiran mereka. Selamat kepada putra dan putri yang lahir pada 17 Agustus,” ujar Rahma.
Menurut Rahma, kelahiran dua bayi pada tanggal 17 Agustus tahun ini menjadi hal yang menarik. Sebab, pada tahun sebelumnya tidak ada bayi yang lahir pada tanggal tersebut di RSWN.
“Tahun lalu enggak ada. Tahun ini dua tapi di luar prakiraan. Satunya HPL 16, maju di 17, satunya 26, mundur di 17,” pungkas Rahma. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





