Jateng

Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Prioritas, KNTI: Tambaklorok Semarang Masih Terkendala Lahan

×

Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Prioritas, KNTI: Tambaklorok Semarang Masih Terkendala Lahan

Sebarkan artikel ini
Kampung Nelayan Merah Putih
Kapal-kapal nelayan yang bersandar di Tambaklorok Semarang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendorong pemerintah daerah, termasuk Kota Semarang, untuk mengusulkan kawasan pesisirnya masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih yang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gagas.

Ketua KNTI, Slamet Ari Nugroho, menjelaskan KKP bersama KNTI sejak 15 September 2025 telah menjalin kerja sama untuk mengawal sekaligus merekomendasikan kampung-kampung nelayan di seluruh Indonesia agar masuk dalam program tersebut.

“KKP saat ini sudah menetapkan 65 titik kampung nelayan yang sudah fix secara nasional. Target pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 100 titik, artinya masih ada sekitar 35 titik yang bisa diusulkan,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di kantornya belum lama ini.

BACA JUGA: Dukung Swasembada Pangan dan MBG, Pemerintah Bakal Bangun 100 Kampung Nelayan di Jawa Tengah

Menurutnya, syarat paling krusial dalam pengusulan Kampung Nelayan Merah Putih adalah ketersediaan lahan yang jelas dan tidak bermasalah.

“Yang paling utama perhatikan itu lahannya. Lahan harus milik pemerintah, bukan sewa, dan sudah clear and clean. Tidak ada urusan nguruk, cabut pohon, atau konflik kepemilikan,” jelasnya.

Slamet menyebutkan, luas lahan minimal 1 hektare menjadi syarat utama agar kawasan nelayan bisa masuk dalam program tersebut.

Tambaklorok Berpeluang Jadi Kampung Nelayan Merah Putih, Tapi Masih Terkendala Lahan

Untuk Kota Semarang, KNTI melihat Tambaklorok berpotensi diusulkan. Namun, hingga kini koordinasi dengan pemerintah kota masih menghadapi kendala lahan.

“Kami harus berkoordinasi dengan pemerintah kota, baik kelurahan, kepala desa, maupun Dinas Perikanan. Kendalanya memang di lahan, karena Semarang tidak punya banyak lahan pemerintah di wilayah pesisir,” katanya.

Padahal, Kota Semarang sebelumnya sudah dua kali menerima program Kampung Nelayan Maju, sehingga harapannya dapat kembali masuk dalam program lanjutan Kampung Nelayan Merah Putih.

Untuk wilayah Jawa Tengah, KNTI telah mengusulkan Pemalang dan Tegal sebagai calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Sementara Kabupaten Pati disebut sudah masuk dalam daftar 65 titik nasional yang telah ditetapkan, tepatnya di Desa Banyutowo.