Jateng

Kantor hingga Sekolah Kosong di Desa-Desa Jateng Berpotensi Dialihfungsikan untuk Kopdes Merah Putih

×

Kantor hingga Sekolah Kosong di Desa-Desa Jateng Berpotensi Dialihfungsikan untuk Kopdes Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Kopdes Merah Putih
Kepala Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Provinsi Jateng, Eddy S Bramiyanto, saat dijumpai di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng, Kota Semarang, Selasa, 10 Juni 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aset desa di Jawa Tengah yang tak terpakai berpotensi dialihfungsikan untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kepala Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Provinsi Jateng, Eddy S. Bramiyanto, menyebut aset desa yang tak terpakai lagi seperti kantor kosong hingga sekolah bisa menjadi lokasi KDMP.

“Kami sedang memetakan aset; tentunya desa juga punya aset. Kami di kabupaten mapping aset yang masih idle, yang bisa didayagunakan untuk Kopdes Merah Putih,” ungkap Bram, Selasa, 10 Juni 2025.

Ia pun membenarkan kemungkinan penggunaan gedung Sekolah Dasar (SD) yang tak terpakai untuk dialihfungsikan menjadi KDMP.

BACA JUGA: Delapan Ribuan Desa di Jateng Bakal Punya Koperasi Merah Putih, 33 Persen Sudah Berbadan Hukum

“Aset menonjol itu seperti kantor kosong, SD yang kosong, itu yang bisa kita gunakan. Kami koordinasi kalau ada SD atau sekolah yang kosong,” sambung Bram.

Bram mengatakan, KDMP menyediakan sebanyak tujuh layanan. Salah satu di antaranya ialah klinik. Maka itu, pihaknya menyebut ada kemungkinan pengalihan puskesmas yang tak aktif di desa menjadi bagian dari KDMP.

“[Puskesmas] itu pasti jalan, itu akan paralel berjalan. Kami sudah koordinasi dengan Bu Ninit di Dinas Kesehatan. Kami minta data puskesmas pembantu yang nantinya bisa kami gabung jadi unit usaha Kopdes. Kerangka riilnya begitu,” terang Bram.

Anggota Kopdes Merah Putih akan beroleh pelatihan pengetahuan ekonomi dasar

Lebih lanjut, anggaran KPMD Bram sebut bukan hanya berasal dari simpanan anggotanya. Melainkan, turut mendapat sokongan APBD hingga APBN. Selain itu, CSR dan perbankan pun ikut terlibat dalam pembiayaan KDMP.

“Sumber anggaran ada simpanan anggota, pembiayaan bisa dari APBN, APBD, dari perbankan, bisa dari CSR, hibah,” terang dia.

Selain itu, masyarakat desa yang akan terlibat dalam KDMP akan dibekali dengan pengetahuan matematika dan ekonomi dasar.