HeadlineJatengNews UpdatePariwisata

Kaya Potensi dan Kearifan Lokal, Masyarakat Suruh Diajak Kembangkan Desa Wisata 

×

Kaya Potensi dan Kearifan Lokal, Masyarakat Suruh Diajak Kembangkan Desa Wisata 

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto saat hadir secara virtual dalam Sosialisasi Non Perda "Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Semarang". (wahyu/beritajateng.tv)

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang Daryanto mengatakan, Kabupaten Semarang saat ini memiliki 74 desa wisata. Namun di Kecamatan Suruh baru ada satu desa wisata. Yaitu Desa Sukorejo yang sudah memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai desa wisata. Dia mendorong warga untuk membuat lebih banyak lagi desa wisata karena potensi Kecamatan Suruh sangat besar.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang Daryanto memberi paparan dalam Sosialisasi Non Perda “Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Semarang”. (wahyu robert/beritajateng.tv)

“Sekarang ini wisata tak lagi menjadi kebutuhan sekunder, tapi sudah kebutuhan primer. Panjenengan semua bisa memanfaatkan fenomena ini dengan membangun perekonomian melalui jalur wisata,” katanya dalam acara yang dimoderatori Ricky Fitriyanto tersebut.

Dikatakannya, membuat SK desa wisata tidaklah sulit. Mengupayakan agar desa wisata memperolah bantuan hibah juga bisa dilakukan. “Tinggal panjenengan kreatif, membuat desa menjadi ramai. Monggo bareng-bareng membuat Kecamatan Suruh maju dan terkenal. Saya juga siap meng-endorse agar desa wisata dapat lebih dikenal,” tandasnya.

Dia menambahkan, potensi wisata di Kecamatan Suruh cukup besar. Diantaranya ada Makam Ki Ageng Wonokusumo di Desa Cukilan. Makam tokoh penyebar agama Islam tersebut cukup ramai dikunjungi peziarah dan berpotensi menjadi destinasi wisata religi.

Camat Suruh, Budi Santoso membenarkan di wilayahnya baru ada satu desa wisata. Namun potensi wisata di Kecamatan tersebut cukup besar. Dia mengajak masyarakat mengembangkan desa wisata karena potensi ekonominya cukup besar.

“Saya beri contoh, event trabas motor trail saja bisa menghasilkan uang hingga Rp 60 juta hanya dalam sehari,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Heru Subroto menyampaikan pengembangan desa wisata bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam lingkungan dan sumber daya alam, serta memajukan budaya.