Jateng

Kebakaran Gunung Sumbing, Begini Kondisi Terbaru Pendaki dan Jalur Pendakian

×

Kebakaran Gunung Sumbing, Begini Kondisi Terbaru Pendaki dan Jalur Pendakian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi foto Gunung Sumbing, di Jawa Tengah, yang terbakar, Senin malam, 19 Oktober 2026. (Foto: Dok. Instagram @ibnu_almadad)
Ilustrasi foto Gunung Sumbing, di Jawa Tengah, yang terbakar, Senin malam, 19 Oktober 2026. (Foto: Dok. Instagram @ibnu_almadad)

WONOSOBO, beritajateng.tv – Kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, berdampak pada aktivitas pendakian. Seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing yang berada di wilayah Wonosobo ditutup.

Wakil Kepala Polres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, mengatakan, kondisi terbaru para pendaki pada Senin, 19 Oktober malam.  Di mana sebanyak 33 pendaki masih berada di Pos 1 Gapura Rahayu dan dalam proses penjemputan oleh tim gabungan.

Dalam laporan yang dia sampaikan pukul 22.19 WIB itu, jumlah pendaki yang terdata di Basecamp Gajah Mungkur untuk pendakian Ahad – Senin 18-19 Oktober 2026 mencapai 152 orang. Dari jumlah tersebut, 119 pendaki telah turun dan tercatat melakukan check out di basecamp.

“Yang belum check out yang masih berada di Pos 1 di Gapura Rahayu sebanyak 33 pendaki,” kata Nana dalam keterangan resminya, Selasa, 20 Oktober 2026.

BACA JUGA: 4 Wisata Air Terjun Hidden Gem-nya Gunung Ungaran, Cocok untuk Trekking

Tim gabungan, kata dia, melakukan penjemputan terhadap puluhan pendaki yang masih berada di jalur pendakian. Sementara itu, dari Basecamp Garung Buto, terdapat 10 pendaki yang menurut keterangan pengelola masih dalam perjalanan turun menuju basecamp.

Nana mengatakan, penutupan jalur dilakukan untuk sementara waktu sambil menunggu perkembangan penanganan kebakaran dan kepastian keamanan kawasan pendakian.

Posko Gabungan Dibuka untuk Keluarga Pendaki

Untuk mendukung penanganan kejadian, tim gabungan mendirikan posko di Basecamp Gajah Mungkur. Posko tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Perhutani, serta relawan.

Selain untuk koordinasi penanganan kebakaran dan pendaki, posko juga sebagai tempat pengaduan bagi keluarga. Di mana keluarga ingin memperoleh informasi mengenai anggota keluarganya yang sedang mendaki.

BACA JUGA:  Trauma Longsor Besar di Desa Ngrawan, Warga Tolak Eksplorasi Geothermal Gunung Telomoyo

Nana mengimbau keluarga pendaki agar mengonfirmasi informasi melalui posko resmi. Terutama di tengah beredarnya kabar mengenai kebakaran Gunung Sumbing di media sosial.