SEMARANG, beritajateng.tv – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan Krapu Raya RT 011 RW 001, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Rabu sore, 22 Juli 2026.
Insiden tersebut menewaskan seorang perempuan berkebutuhan khusus bernama Susilawati (40). Kuat dugaan, Sosilawati tidak sempat menyelamatkan diri saat api membakar rumahnya.
Peristiwa itu terjadi ketika tiga anggota keluarga korban sedang berada di luar rumah untuk berjualan. Susilawati yang sehari-hari lebih banyak beraktivitas di rumah itu terjebak saat kobaran api membesar.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengatakan laporan kebakaran pihaknya terima sekitar pukul 15.15 WIB. Petugas langsung mengerahkan sejumlah armada ke lokasi dan tiba dalam waktu kurang dari lima menit.
“Begitu menerima laporan kami langsung berangkat. Petugas tiba di lokasi kurang dari lima menit setelah laporan masuk,” ujar Ade.
Saat tim pemadam tiba, api sudah menghanguskan sebagian besar bangunan yang berada di kawasan permukiman padat. Petugas memprioritaskan pemadaman agar kobaran api tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.
“Ketika kami sampai, sekitar separuh bangunan sudah terbakar. Fokus utama kami mencegah api menjalar ke rumah di sebelah maupun belakang karena kawasan ini cukup padat,” katanya.
Di tengah proses pemadaman, petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di bagian belakang rumah. Posisi korban berada di dekat sumur dan diduga sempat berusaha menyelamatkan diri.
BACA JUGA: Pembacokan Pemuda di Semarang Utara Terungkap, Pelaku Incar Handphone Korban
“Korban kami temukan di ujung belakang dekat sumur. Kemungkinan yang bersangkutan berusaha melindungi diri dengan mendekati sumber air,” ungkap Ade.
Rumah yang terbakar diketahui dihuni dua kepala keluarga dengan total empat orang. Hampir seluruh bangunan beserta isinya hangus dilalap api.
Setelah api berhasil padam sekitar 20 menit kemudian, petugas bersama Tim Inafis Polrestabes Semarang mengevakuasi jenazah korban. Suasana haru menyelimuti lokasi ketika keluarga menyaksikan proses evakuasi menuju ambulans.





