Jateng

Tanpa Insentif Memadai, Pengurus Sekolah Lansia Pancasila Semarang Tetap Setia Mengabdi

×

Tanpa Insentif Memadai, Pengurus Sekolah Lansia Pancasila Semarang Tetap Setia Mengabdi

Sebarkan artikel ini
sekolah lansia
Senyum bahagia terpancar dari wajah Maria Anna Sriwati saat menyaksikan para lansia mengikuti prosesi wisuda di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu, 22 Juli 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Senyum bahagia terpancar dari wajah Maria Anna Sriwati saat menyaksikan para lansia mengikuti prosesi wisuda di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu, 22 Juli 2026.

Kepala Sekolah Lansia Pancasila, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, itu merasa bersyukur karena tenaga dan pikiran yang dicurahkannya selama ini tetap bermanfaat bagi sesama lansia.

Selama lima tahun mengabdi dan mengelola lembaga pendidikan nonformal tersebut, Maria telah mengantarkan sedikitnya 462 lansia mengikuti wisuda. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga angkatan.

“Angkatan pertama sebanyak 235 wisudawan, angkatan kedua sebanyak 115 wisudawan, dan hari ini sebanyak 112 wisudawan,” jelasnya.

Maria mengatakan, Sekolah Lansia Pancasila berdiri pada 2021. Dalam mengelola sekolah tersebut, ia dibantu lima pengurus lain untuk memberikan pembelajaran soft skill kepada para peserta.

BACA JUGA: Jatuh Bangun Koperasi SAE Pujon, Pengurus Sempat Gadai Sertifikat Hingga Jadi Pemasok Susu ke Nestle Indonesia

Meski hanya mendapat insentif Rp 300.000 dari Pemerintah Desa Kenteng sebagai bentuk apresiasi, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus untuk tetap menjalankan Sekolah Lansia Pancasila.

Maria bahkan membagi insentif tersebut secara rata kepada enam pengurus, termasuk ia. Dengan demikian, masing-masing pengurus hanya menerima Rp 50.000 per bulan.

“Namun ada insentif atau tidak, Sekolah Lansia tetap berjalan,” tegasnya.

Menurut Maria, Sekolah Lansia Pancasila merupakan program pendidikan nonformal BKKBN yang bertujuan membantu para lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di usia senja.

Dalam pelaksanaannya, pensiunan ASN Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Semarang ini juga kerap melibatkan sejumlah praktisi sebagai volunteer.

Ia menjelaskan, kurikulum Sekolah Lansia Pancasila terancang dengan konsep yang menyenangkan. Materi pembelajaran berfokus pada kesehatan mental dan fisik, keterampilan hidup, serta pembekalan keagamaan agar para lansia dapat menjalani masa tua dengan bahagia.

“Kurikulumnya terancang tetap menyenangkan dengan fokus pada pembekalan kesehatan. Baik mental maupun fisik, keterampilan hidup, dan juga bekal keagamaan agar lansia tetap bahagia,” ungkapnya.