Hukum & Kriminal

Kecam Rekayasa Konten Cabul Buatan Alumni SMAN 11 Semarang, Zainal Petir Siap Dampingi Korban

×

Kecam Rekayasa Konten Cabul Buatan Alumni SMAN 11 Semarang, Zainal Petir Siap Dampingi Korban

Sebarkan artikel ini
Korban Koperasi BLN | alumni SMAN 11 Semarang | Siswi SDN Bulu Lor Semarang
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Penyambung Titipan Rakyat (PETIR) Jawa Tengah, Zainal Petir, saat dijumpai di kediamannya, Minggu, 12 Oktober 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Penyambung Titipan Rakyat (PETIR) Jawa Tengah, Zainal Petir, menyayangkan rekayasa konten pornografi bikinan alumni SMAN 11 Semarang (SMANSE), Chiko Radityatama Agung.

Dalam unggahan akun Instagram @sman11semarang.official, Chiko menyampaikan permintaan maafnya karena telah melakukan rekayasa konten pornografi berbasis AI terhadap siswi dan guru SMANSE. Adapun rekayasa konten pornografi yang bertajuk “Skandal SMANSE” itu Chiko unggah ke akun X miliknya.

Menurut dugaan terdapat ratusan siswi SMANSE yang menjadi korban. Zainal meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, segera bertindak.

BACA JUGA: Bikin Rekayasa Konten Cabul “Skandal SMANSE” Pakai AI, Alumni SMAN 11 Semarang Chiko Radityatama Minta Maaf

“Astagfirullah, biadab sekali yang membuat video maupun foto porno. Gubernur harus cepat turun tangan memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayan melakukan pendampingan,” ujar Zainal saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp, Selasa, 14 Oktober 2025.

Pihaknya tak ingin siswi yang menjadi korban pelecehan tersebut trauma dan menanggung malu.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayan harus melakukan pendampingan psikologis anak-anak biar tidak stres, mental drop, dan malu yang sangat luar biasa. Korban anak-anak harus dikuatkan mentalnya juga, [agar] orang tua korban biar tidak malu dan stres,” sambungnya.

Zainal Petir siap dampingi siswi korban rekayasa konten pornografi berbasis AI oleh alumni SMAN 11 Semarang

Meskipun Chiko sudah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maafnya, namun Zainal mengaku siap mendampingi siswi korban rekayasa konten pornografi berbasis AI itu jika perlu.

“Saya siap mendampingi para korban untuk pendampingan hukum. Polisi harus serius menangani perkara yang sangat menganggu perkembangan psikologis anak,” pungkas Zainal.

Sebelumnya, warganet di Kota Semarang gempar oleh klarifikasi dan permintaan maaf salah seorang alumni SMAN 11 Semarang yang terunggah di akun Instagram @sman11semarang.official, Selasa, 14 Oktober 2025.

BACA JUGA: Jadi Sekolah Adipangastuti, SMAN 11 Semarang Terapkan 8 Nilai Hasthalaku

Dalam unggahan tersebut, alumni SMANSE 2025 bernama Chiko Radityatama Agung menyampaikan permintaan maafnya lantaran telah melakukan rekayasa konten pornografi berbasis AI terhadap siswi dan guru SMANSE.

“Saya ingin memohon maaf atas perbuatan saya yang mana saya telah mengedit, meng-upload foto maupun video teman-teman tanpa izin pada akun Twitter saya. Saya menyadari bahwa perbuatan saya telah menimbulkan dampak negatif bagi sekolah SMAN 11 Semarang,” ujar Chiko dalam unggahan tersebut.

“Untuk itu, dari hati saya yang paling tulus dan paling dalam, saya akan, pertama, meminta maaf kepada pihak sekolah, ibu guru, siswa-siswi atas nama sekolahan SMA Negeri 11 Semarang. Yang kedua, berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa pada masa yang akan datang,” sambung Chiko.

Seluruh foto dan video hasil editan AI

Dalam video tersebut, Chiko juga memberikan klarifikasi bahwa foto dan video yang mencatut wajah siswi SMANSE tersebut seluruhnya merupakan editan AI.

“Yang ketiga, pembuatan video atas judul ‘Skandal SMANSE’, baik foto maupun video, itu tidak benar-benar ada. Namun, hanya editan belaka dengan aplikasi AI. Yang keempat, sanggup membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Yang kelima, sanggup untuk membuat video klarifikasi dan mengupload video tersebut di sosial media saya, @chikoradityatama,” jelas Chiko.

Pihak SMAN 11 Semarang memberikan caption “Klarifikasi pembersihan/penghapusan nama SMANSE yang ditulis di judul video yang diunggah Chiko alumni tahun 2025” dalam unggahan tersebut.

BACA JUGA: Uniknya PPDB Jalur Zonasi di SMAN 11 Semarang, Jarak Terdekat Hanya 24 Meter!

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Kustrisaptono, mengaku pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp, Selasa, 14 Oktober 2025, Kustri mengaku sedang menunggu kronologi lengkap dari pihak SMANSE.

“Nanti kalau kemrungsung jawab, mengko salah jawab, kan malah nanti kedawan-dawan nggih. Nah, ini sudah kami rancang, kan ini sekolah juga saya minta tuh kronologisnya bagaimana. Ini sedang kami minta jawabannya,” jawab Kustri.

Kendati begitu, Kustri membenarkan Chiko memang alumni SMANSE. Berdasarkan informasi sementara yang Kustri terima, mereka yang fotonya direkayasa oleh AI itu seluruhnya merupakan alumni dan guru SMAN 11 Semarang.

“Lulusan SMAN 11 Semarang ya, terus dia bermain AI gitu loh, tapi ini hanya gambaran sementara ya. Mungkin dia nge-upload gambar teman-temannya yang direkayasa-rekayasa itu pakai teknologi AI, akhirnya ya muncul itu. Itu ya lulusan semua, baik yang membuat maupun yang dibuat gambarnya,” sambung dia. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp