SEMARANG, beritajateng.tv – Kecelakaan di Ngaliyan yang tewaskan 3 orang penumpang mobil Toyota Agya yang tertimpa truk dump mendapat sorotan banyak pihak.
Kecelakaan Ngaliyan tersebut terjadi di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Semarang, Rabu 7 Juni 2023.
Pasalnya, sudah berulang kali kecelakaan di Ngaliyan terjadi akibat truk bermuatan berat yang tidak mampu menaklukkan tanjakan maupun turunan pada lokasi tersebut.
BACA JUGA: Korban Kecelakaan di Jrakah Bertambah, Gadis Cilik Ini Sempat Selamat dan Dirawat di Rumah Sakit
Kabid Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng Erry Derima Ryanto mengaku pihaknya sudah rutin melakukan pengawasan. “Sebenarnya kalau yang kecelakaan di Ngaliyan kan dari Dishub Kota Semarang itu juga sudah memasang rambu maupun sudah rutin ada pengawasan,” ungkap Erry melalui sambungan telepon, Jumat 9 Juni 2023.
Meskipun ada pengawasan rutin, namun petugas sulit untuk melakukannya secara terus-menerus.
“Tapi barangkali juga, tidak mungkin petugas juga melakukan pengawasan yang terus-menerus ya,” imbuhnya.
Terkait tindak lanjut pasca kejadian nahas itu, Erry menyebut penindakan kendaraan yang kelebihan muatan telah tertuang dalam imbauan Kementerian Perhubungan Surat Edaran (SE) Nomor 21 Tahun 2019.
Adapun SE tersebut mengatur tentang Pengawasan Terhadap Mobil Barang Atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) dan/atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension).
Dalam menerapkan SE tersebut, Erry mengaku pihaknya harus bekerjasama dengan kepolisian. Ia menyebut, adanya jembatan timbang merupakan tugas pihaknya dalam mengawasi truk bermuatan berat.
“Kemudian yang bisa terpantau oleh Kementerian Perhubungan itu pada jembatan timbang,” ungkapnya.
Erry menambahkan, pihaknya akan terus mengantisipasi kejadian ini dengan mencegah dari hulu atau awal sebelum kendaraan truk berangkat.
“Kemudian kita berusaha kalau ada pelanggaran bisa terdeteksi pada hulunya. Jadi kalau bisa, misalnya membawa muatan apa, ya dari tempat asal barangnya sudah bisa tahu,” terang Erry.
Sebab, baginya jika pengawasan hanya pada tengah-tengah perjalanan, maka akan ada kendaraan tak layak yang mungkin saja lolos.
Imbas kecelakaan Ngaliyan, tingkatkan pengawasan truk muatan berat
Saat ini, pihaknya bersama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berupaya untuk meningkatkan kemampuan sopir truk muatan berat.
“Terutama ketika kendaraan membawa barang dan menghadapi jalan yang menurun. Barangkali ada upaya-upaya, pengemudi memiliki kemampuan dalam mengendalikan kendaraannya,” ucapnya.
BACA JUGA: Kecelakaan di Jrakah Semarang, Truk Dump Muatan Tanah Timpa Mobil dan Motor, Begini Kondisinya
Adapun peningkatan kemampuan sopir truk muatan berat tersebut melalui sosialisasi bersama dengan KNKT.
Tak ingin kejadian nahas ini berulang, pihaknya bersama dengan kepolisian akan lebih mengawasi muatan truk besar yang melintas.
“Kalau kami harus bersama dengan kepolisian. Jadi kan tidak bisa sendiri ketika menghentikan kendaraan, harus dengan kepolisian,” bebernya.
“Nanti kita lakukan dengan menggunakan alat timbang portable. Nanti akan ketahuan berat muatannya, dan sebagainya,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





