SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengungkap adanya peningkatan capaian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) khususnya di sektor penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Plt Kepala Bapenda Jateng Eddy Sulistiyo Bramiyanto menilai BUMDes hadir sebagai mitra yang luar biasa.
“Oh, Alhamdulillah peningkatan. Kan kita baru bertransaksi dengan BUMDes itu mulai Agustus tahun 2022 ya, jadi memang belum ada setahun lah. Tapi perminatan BUMDes bersama kami bermitra ini luar biasa,” ungkap Bram kepada beritajateng.tv usai menghadiri Peluncuran Aplikasi Samsat Budiman di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Kota Semarang, Senin (19/6/2023).
Bak simbiosis mutualisme, Bapenda yang menggandeng BUMDes se-Jateng ini juga memberikan desa sumber pendapatan dari sektor lainnya. Sementara wajib pajak juga semakin mudah dalam menunaikan kewajibannya dalam membayar pajak.
“Mereka bisa mendapatkan pendapatan lebih dan pendapatan lain,” imbuh Bram.
Disinggung mengenai sektor yang mendongkrang Badan Usaha Milik Desa, Bram menyebut PKB menjadi bisnis inti yang ia yakini akan menjadi yang utama bagi BUMDes.
Bukan tanpa alasan, Bapenda telah menarget sebanyak Rp 6 Triliun lebih melalui PKB. Artinya, jika terkalkulasi maka akan beroleh nominal puluhan hingga ratusan miliar di setiap bulannya pada masing-masing BUMDes.
“Kalo kami kan di pajak ya, di PKB, pasti ya di pembayaran masyarakat di PKB sektor tertinggi. Ini bisnis inti. Dan saya meyakini 3 tahun lagi ini menjadi bisnis utama BUMDes. Kita ada target Rp 6 triliun lebih lewat PKB loh ya. Coba bayangkan Rp 6 triliun lebih kalau BUMDes bisa sekian pemasukannya, berapa puluh miliar setiap bulan? Berapa ratus miliar mereka dapat?” ucap Bram.
Kehadiran Badan Usaha Milik Desa Permudah Wajib Pajak
Tak lupa, Bram juga mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada BUMDes se-Jateng. Pasalnya, ia menilai kehadiran BUMDes juga mempermudah Wajib Pajak yang sering kesulitan untuk membayar pajak, terutama pada desa terpelosok.
“Di luar itu kami berterima kasih kepada BUMDes. Kehadiran BUMDes mempermudah Wajib Pajak. Apresiasi yang sangat luar biasa kepada BUMDes. Karena kita SDM-nya sudah disupport BUMDes, sarprasnya (sarana prasarana) disediakan BUMDes. Maka kita akan permudah teman-teman BUMDes,” tutur Bram.
Menggandeng Badan Usaha Milik Desa sebagai mitra tak terlepas dari evaluasi dan juga komitmen yang terus Bapenda Jateng improvisasi. Terpilihnya BUMDes sebagai mitra sebab Bram meyakini Wajib Pajak antardaerah memiliki karakter yang berbeda.
“Dan ini utamanya adalah BUMDes itu yang mengerti para wajib pajak di daerahnya,” terang Bram.
“Ini adalah komitmen kami untuk memberi kemudahan pada masyarakat membayar pajak melalui titik-titik layanan yang terjauh. Yang mungkin biar para Wajib Pajak itu tidak terlalu lama menunggu dan bisa dimudahkan, dimudahkan biaya transportnya, dan pelayanan lebih cepat,” imbuhnya.
Selain Badan Usaha Milik Desa, Bapenda Jateng juga bermitra dengan unsur lainnya. Di antaranya e-commerce hingga kantor pos.
“Kami memang merangkul BUMDes. Kami juga ada melalui Tokopedia, Gojek, kantor pos kami rangkul. Dan hari ini kita mengumpulkan hampir sebagian besar BUMDes yang ada di Jateng,” pungkas Bram. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





