Kejari Blora Luncurkan Rumah Restorasi Justice

Kejari Blora Luncurkan Rumah Restorasi Justice

BLORA, 9/6 (BeritaJateng.tv) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora luncurkan rumah restorasi justice (RJ) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah.

Kepala kejari (Kajari) Blora Ikwan Effendi mengatakan dibentuknya rumah RJ ini adalah sebagai bentuk lain dalam penegakan hukum.

Dulu monoton penegakan hukum dibawa kepengadilan disidang, diperiksa dan dijatuhi hukuman, sekarang searah dengan KUHP untuk penyeselesaian biaya ringan cepat dan sederhana maka diluncurkanlah Peraturan Kejaksaan Nomer 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutuan berdasarkan restoratif justice.

Tujuannya adalah dengan tidak dibawanya ke pengadilan, ini seakan-akan mereka sudah hidup damai, antara korban dengan  si pelaku. Dikembalikan seperti keadaan semula, seperti tidak pernah terjadi apa apa.

“Namun catatan itu kan sudah ada di kami. Sehingga Jika suatau saat nanti terjadi kembali, tentunya akan menjadi catatan kami untuk memberi hukuman, tentunya akan lebih berat,” ungkap Ikwan, Kamis (9/6/2020).

Ditambahkan Ikhwan, selain itu pihaknya juga melibatkan kepada masyarakat, tokoh masyarakat, pamong desa, tokoh agama juga dalam perdamaian tersebut.

“Harus diingat juga, tidak semua bisa diselesaikan dengan RJ. Ada kualifikasi kualifikasi pasal yang diperbolehkan, ancaman hukumanya juga tidak lebih dari lima tahun, itu yqng boleh diajukan dirumah RJ,” jelasnya.

Harapanya rumah RJ ini bisa menjadi sinergi yang bagus, antara masyarakat dengan Aparat Penegak Hukum (APH), supaya bisa digunakan sebagai ruang atau rumah yang dimanfaatkan masyarakat yang membutukan bantuan hukum atau lagi ada masalah.

Di Blora sendiri, lanjut Ikhwan, sudah ada satu kasus yang sudah ditangani, mudah mudahan nanti ada lagi yang bisa terselesaikan namun dengan koridor yang ada.

Buapti Blora Arief Rohman menyambut baik rumah RJ ini. Karena rumah RJ ini merupakan solusi alternatif untuk penyelesaian tindak pidana, antara kearifan lokal dengan APH.

“Ini sangat penting bagi kepala desa, kepala Kelurahan apabila ada permasalahan yang dialami oleh masyarakat,” kata Bupati.

Ditambahkan Bupati, bahwa Rutan atau Lapas di Indonesia sudah over kapasity. Dengan RJ ini bisa mengurangi penghuni lapas dan rutan

“Saya minta stakeholder untuk mendukung RJ ini, selalu koordinasi agar upaya pencegahan bisa kita selesaikan. Pembinaan masyarakat di desa maupun kelurahan bisa dimaksimalakn, ” Jelasnya.

Sesuai arahan Kejari pihaknya juga akan membentuk satgas di tiap Kecamatan di Blora. (Her/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.