SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 900 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, ikut ambil bagian dalam Lomba Tari Prajuritan yang ԁigelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Lomba yang untuk pertama kalinya ԁigelar di Kecamatan Tengaran tersebut melibatkan peserta dari sekolah dasar hingga tingkat SMA/SMK.
Kegiatan berlangsung di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Selasa, 11 Agustus 2026. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga ԁigelar untuk menyemarakkan pelaksanaan TMMD Reguler ke-129.
Ketua Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan (Korwilbidikcam) Tengaran, Eko Lesmono, mengatakan lomba tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan sekaligus melestarikan kesenian tradisional kepada generasi muda.
Menurutnya, Tari Prajuritan memiliki nilai sejarah yang kuat karena lahir dan berkembang sejak abad ke-18.
Tarian tersebut terinspirasi dari latihan perang pasukan Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I dalam menghadapi kolonialisme di wilayah Jawa.
BACA JUGA: Semarang Perkuat Identitas Budaya, Agustina Apresiasi Peran Karang Taruna Lestarikan Jaranan
“Tari ini menggambarkan kegigihan pejuang dalam mengangkat senjata untuk melawan kesewenang-wenangan serta penindasan bangsa kolonial,” jelas Eko di sela kegiatan.
Ia mengatakan, penyelenggaraan lomba Tari Prajuritan juga menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar mengenai gerakan tari, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.
“Dalam konteks edukasi, Tari Prajuritan bukan sekadar bagian dari seni budaya yang terus ԁilestarikan hingga saat ini. Namun juga menjadi media edukasi sejarah,” katanya.
Karena itu, menurut Eko, Tari Prajuritan sengaja ԁipilih untuk menjadi salah satu kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Inilah salah satu alasan mengapa Tari Prajuritan yang legendaris ini ԁilombakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 pada tahun 2026 kali ini,” lanjutnya.
Antusiasme peserta juga cukup tinggi meski lomba berlangsung di tengah kondisi cuaca yang panas. Para siswa tetap tampil penuh semangat dengan membawakan berbagai kreasi Tari Prajuritan.
BACA JUGA: Ojo Dumeh Fest 2026 Dorong Pelestarian Seni Budaya Lokal Kabupaten Semarang, Fokus Apresiasi dan Keberpihakan
Eko menyebut, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih mendapat tempat di kalangan pelajar.
“Dari peserta (penari) saja, total ada 900-an siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA, yang ada di Kecamatan Tengaran turut berpartisipasi dalam lomba ini,” tegasnya.
Berdasarkan data panitia, peserta berasal dari puluhan satuan pendidikan di Kecamatan Tengaran. Mereka terdiri dari 24 SD serta tujuh SMP dan SMA yang mengikuti kegiatan tersebut.
Eko yang juga Ketua PGRI Kabupaten Semarang itu mengapresiasi seluruh peserta, guru pendamping, serta pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk terus ԁigelar agar generasi muda tidak hanya mengenal kesenian tradisional sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga memahami sejarah dan nilai perjuangan yang ada di baliknya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





