“Dan yang menarik lagi adalah beliau menggunakan nama kepausan Fransiskus, Santo Fransiskus Asisi, ini membuka mata banyak orang,” katanya.
Menurut Rm Benedictus, Paus Fransiskus membawa keteladanan gereja yang penuh warna. Jika Paus Benedictus XVI sebelumnya membawa gereja katolik ke arah ortodoksi, Paus Fransiskus membawa gereja lebih dekat ke umat.
“Ketika Paus Fransiskus memulai masa kepausan, kami merasakan suatu kedekatan, merasa kelemahlembutan, keramahan tanpa jarak. Maka boleh dikatakan peran beliau sebagai jembatan,” bebernya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





