Jateng

Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Tembus 35 Ribu Unit, ESDM: Paling Banyak di Kota Semarang

×

Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Tembus 35 Ribu Unit, ESDM: Paling Banyak di Kota Semarang

Sebarkan artikel ini
Kendaraan Listrik Jawa Tengah
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jawa Tengah, Mahendra Dwi Atmoko, saat dijumpai di kantornya, belum lama ini. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Pajak Nol dan Hadirnya 318 SPKLU jadi Pendorong Minat Kendaraan Listrik di Jawa Tengah

Salah satu faktor yang ԁinilai mendorong minat masyarakat adalah kebijakan pajak kendaraan listrik berbasis baterai di Jawa Tengah.

Mahendra menjelaskan, Pemprov Jateng menerapkan kebijakan tersebut melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 23 Tahun 2025. Menurutnya, kebijakan pajak nol menjadi salah satu pertimbangan masyarakat ketika memilih kendaraan listrik.

“Itu salah satu faktor yang memengaruhi. Selain itu, ini juga ԁidorong oleh infrastruktur terkait kendaraan bermotor listrik di Jawa Tengah yang juga cukup baik,” tutur Mahendra.

Dari sisi infrastruktur, Mahendra menyebut terdapat 318 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jawa Tengah. Fasilitas tersebut tersebar di berbagai wilayah untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik.

“Setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah itu hampir semuanya sudah mempunyai SPKLU. Bahkan di ruas tol Jawa Tengah, mulai dari Brebes sampai Sragen, di rest area-nya, baik ke arah barat maupun ke arah timur, semuanya sudah ada SPKLU,” jelasnya.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi Akui Sudah Tahu Rencana Data Center AI Terbesar se-ASEAN di Batang, Masih Tahap Kajian

Selain pajak dan infrastruktur, lanjut Mahendra, Pemprov Jateng juga mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui kebijakan pendukung.

Pihaknya menyebut Surat Edaran Gubernur Nomor 3 Tahun 2023 yang meminta pusat perbelanjaan memberikan prioritas tempat parkir bagi kendaraan listrik.

Adapun fasilitas sederhana seperti kemudahan parkir dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat, terutama di pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung.

“Pusat perbelanjaan yang ramai itu sulit parkir, kalau punya kendaraan listrik bisa dapat tempat parkir. Hal sepele seperti itu pun akan memengaruhi minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan listrik di lingkungan instansi pemerintahan dan berbagai lembaga. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih.

ESDM Harap Kendaraan Listrik Mampu Kurangi Penggunaan BBM dan Polusi