Mahendra menilai, masyarakat masih mempertimbangkan bagaimana harga kendaraan listrik setelah ԁigunakan selama satu hingga tiga tahun. Kepastian nilai jual kembali menjadi salah satu hal yang dapat memengaruhi keputusan pembelian.
“Nah, kendaraan listrik ini belum teruji purnajualnya seperti apa. Setelah beli baru, pemakaian setahun, dua tahun, tiga tahun, kalau tahu-tahu butuh fresh money terus aset likuid berupa motor listrik itu ԁijual jadinya seperti apa, sampai saat ini belum teruji,” jelasnya.
Kondisi pasar kendaraan listrik bekas masih perlu ԁipantau. Ia berharap nilai jual kembali kendaraan listrik dapat berkembang sehingga masyarakat semakin yakin untuk beralih dari kendaraan konvensional.
“Harapannya ya purnajual kendaraan listrik bagus. Kalau purnajualnya bagus, otomatis akan semakin meningkatkan animo masyarakat untuk membeli kendaraan listrik,” tandas Mahendra. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





