SEMARANG, beritajateng.tv – Populasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Jawa Tengah terus meningkat sepanjang 2026. Hingga triwulan III atau September 2026, jumlahnya mencapai 35.829 unit, terdiri dari 25.904 kendaraan roda dua dan 9.925 kendaraan roda empat.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jawa Tengah, Mahendra Dwi Atmoko, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik mulai tumbuh, meski belum mampu menyaingi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
“Jadi untuk minat masyarakat terkait kendaraan listrik di Jawa Tengah itu cukup baik, cukup meningkat ya. Walaupun belum bisa menyaingi kendaraan yang berbasis BBM, tapi perkembangannya cukup baik di Jawa Tengah,” ujar Mahendra saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, belum lama ini.
Berdasarkan data Dinas ESDM Jawa Tengah, pada triwulan I 2026 tercatat 17.988 kendaraan listrik roda dua dan 4.446 roda empat. Jumlah tersebut meningkat pada triwulan II menjadi 21.638 roda dua dan 7.090 roda empat.
Tren kenaikan berlanjut hingga triwulan III, dengan total populasi kendaraan listrik mencapai 35.829 unit. Data tersebut ԁihitung berdasarkan pencatatan nomor polisi kendaraan yang terdaftar di Jawa Tengah.
Mahendra menyebut Kota Semarang menjadi wilayah dengan penggunaan kendaraan listrik terbanyak di Jawa Tengah, baik untuk kategori roda dua maupun roda empat.
Kota Surakarta menempati posisi berikutnya, sementara daerah lain masuk dalam jajaran wilayah dengan jumlah kendaraan listrik yang cukup tinggi.
Perkembangan tersebut, kata Mahendra, menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik mulai meluas di sejumlah daerah. Namun, peningkatan jumlah pengguna juga perlu ԁidukung oleh fasilitas pengisian daya dan kebijakan yang memudahkan masyarakat beralih dari kendaraan konvensional.
Mahendra mengatakan, pertumbuhan kendaraan listrik tidak terlepas dari sejumlah faktor, mulai dari kebijakan pemerintah, ketersediaan infrastruktur, hingga pertimbangan biaya yang ԁikeluarkan masyarakat.





