SEMARANG, beritajateng.tv – Desa Kopeng, Kecamatan Getasan bakal menjadikan hasil pertanian sebagai produk usaha unggulan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP).
Khususnya produksi kentang yang selama ini menjadi produk hortikultura andalan bagi para petani yang ada di lereng Utara Gunung Merbabu, wilayah Kabupaten Semarang tersebut.
Untuk mendukung operasional KMP ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Kopeng telah mengalokasikan 30 persen dari Dana Desa untuk cadangan KMP.
“Total nominalnya mencapai Rp 401 juta,” ungkap Kepala Desa (Kades) Kopeng, Rebo Sarwoto, di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Senin 13 Oktober 2025.
Menurutnya, tanaman kentang yang menjadi produk unggulan Desa Kopeng adalah jenis kentang, terutama untuk kentang kuning dan kentang putih.
BACA JUGA: Lewat Usaha Pertanian-Peternakan, PT PNM Dorong 920 Ribu Kelompok Tani Perempuan Dukung MBG
Karena hasil tanam kedua jenis kentang tersebut di wilayah Desa Kopeng cukup bagus dan paling menjanjikan. Baik dari sisi hasil maupun dengan nilai ekonominya.
Adapun 1 kilogram benih kentang yang ditanam, bisa menghasilkan hingga 14 kilogram kentang pada saat panen atau hasilnya bisa mencapai 14 kali lipat.
“Sehingga jika dilihat dari sisi produktivitasnya, dua jenis tanaman kentang ini memang paling bagus dan menjanjikan di Desa Kopeng,” jelasnya.
Terlebih, masih kata Sarwoto, untuk produksi kentang dari Desa Kopeng juga sudah terbukti karena telah beberapa industri makanan besar pilih.
“Selama ini produksi petani kentang di Desa Kopeng telah mampu menyuplai bagi kebutuhan Indofood dan sebagian lagi juga untuk kebutuhan pasar,” tegasnya.
BACA JUGA: Contohkan Bill Gates Beli Lahan, Sumanto: Pertanian dan Peternakan jadi Sektor Unggulan Masa Depan
Maka, lanjut Sarwoto, atas saran dari pemerintah daerah di kembangkan untuk mendukung program ketahanan pangan dan juga bidang usaha KMP.
“Bahkan, terkait dengan program ketahanan pangan dan produk unggulan KMP ini juga mendapatkan dukungan dari masyarakat. Khususnya para petani di Desa Kopeng,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





