Tenaga medis memprioritaskan siswa dengan keluhan pernapasan. Beberapa korban membutuhkan pengawasan intensif. Kondisi lainnya terpantau stabil setelah mendapatkan penanganan awal.
Pihak sekolah menunda kegiatan belajar mengajar. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kondisi psikologis siswa. Lingkungan sekolah membutuhkan waktu untuk kembali kondusif.
Seorang guru SMAN 2 Kudus menyampaikan rasa prihatin. “Kami fokus keselamatan siswa,” ucapnya. “Sekolah akan mendukung penuh proses pemulihan,” lanjutnya.
BACA JUGA: Evaluasi Bersama SPPG dan SPPI, Pemkot Salatiga Ingin Pelaksanaan MBG Semakin Baik di Tahun 2026
Petugas kesehatan juga mengimbau siswa lain tetap waspada. Pemeriksaan tambahan akan berlangsung bila keluhan baru muncul. Koordinasi lintas instansi terus berjalan.
Hingga berita ini beritajateng.tv tulis, evakuasi korban masih berlangsung. Tim kesehatan tetap bersiaga penuh. Kasus keracunan MBG Kudus menjadi perhatian serius berbagai pihak. (*)





