BLORA, beritajateng.tv – Kesenian wayang krucil kesenian langka dan mulai jarang di tampilkan kini warnai acara sedekah bumi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kesenian wayang krucil ini terbuat dari kayu berbentuk menyerupai manusia dengan ukuran yang kecil.
Pertunjukan wayang itu sangat memukau warga di acara sedekah bumi (gas Deso). Di Desa Plantungan, Kecamatan/Kabuplaten Blora Jawa Tengah.
Masyarakat Blora sering menggelarnya dengan tujuan untuk tolak balak.
Menurut Kepala Desa Plantungan, Endang Susana, dalam acara tradisi tahunan Gas Deso jika tidak menampilkan Kesenian wayang krucil. Konon katanya akan terjadi angin ribut, atau pagebluk.
“Wah gonjang ganjing. Langsung ada angin ribut. Dulu sekitar tahun dua ribuan pernah terjadi angin ribut, karena tidak menampilkan wayang krucil,” ungkap Endang, Sabtu (27/5/2023).
Warga sangat antusias menyaksikan pagelaran wayang krucil yang digelar setahun sekali ini. Wargapun berbondong – bondong membawa berbagai jenis makanan dan hasil bumi. Untuk di kumpulkan jadi satu di sebuah tempat yakni Sendang.
Warga setempat mempercayai sendang itu, umurnya sudah ratusan tahun dan airnya tidak pernah surut meskipun Kemarau.
Endang menambahkan bahwa penunggu sendang tersebut. Merupakan sosok perempuan yang suka akan wayang krucil (Golek/boneka) dan kebetulan kepala desanya juga seorang perempuan.
“Menurut cerita, konon katanya dahulu penghuni atau dayang sendang ini adalah perempuan yang suska golek (Boneka). Kadesnya juga wanita, makanya mintanya wayang krucil “, jelasnya.
Sebelum penampilan wayang krucil sesepuh desa setempat menceritakan sejarah di adakannya gas deso. Ini merupakan wujud rasa syukur warga yang telah di berikan kelimpahan sandang dan pangan. Hasil buminya melimpah tidak ada hama.
Usai berdoa berbagai jenis makanan itu di keroyok warga untuk di bawa pulang. Hal ini lantaran makanan yang mereka bawa telah di beri doa.
Warga meyakini makanan itu bisa membawa berkah tersendiri bagi keluarga di rumah. Usai berebut jajan makanan. Warga setempat kemudian kembali untuk menonton Dalang yang memainkan wayang Krucil tersebut. (*)





