“Penunjukan Plt atas ketua kami, Bangkit, kami nilai tidak berdasar. Upaya dialog sudah kami lakukan melalui DPW dengan dukungan tanda tangan 13 DPC,” katanya.
Menurutnya, suara DPC sudah tidak lagi pimpinan partai dengar. Hanif mengaku telah menguhubungi pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
“Kami juga mencoba menghubungi DPP melalui WhatsApp, DM Instagram, bahkan menyampaikan langsung kepada Kaesang, namun tidak ada tanggapan,” ungkapnya.
Salah Satu DPC PSI Kota Semarang Anggap DPW PSI Jawa Tengah Arogan
Ketua DPC PSI Semarang Tengah, Teguh Pambudi, menegaskan bahwa pemberhentian Bangkit Mahanantiyo dan penunjukan Plt tersebut dinilai sebagai bentuk arogansi DPW PSI Jawa Tengah.
Menurutnya, DPW seharusnya berperan sebagai jembatan komunikasi antara DPC dan DPP, bukan justru menimbulkan kebingungan di internal partai berlambang gajah tersebut.
“Tapi kenyataannya bagaimana? DPW tidak mampu menjadi jembatan. Bahkan terkesan bingung dengan kondisi yang terjadi. Terakhir yang saya ingat, beliau hanya mengatakan, ‘Tanya saja ke DPP.’ Bagi saya, itu jawaban yang ambigu,” ujar Teguh.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-11, PSI Semarang Kuatkan Struktur Internal Agar Lebih Dekat dengan Masyarakat
Ia menegaskan, alasan utama pengunduran diri para DPC adalah penunjukan Plt yang menggantikan Bangkit Mahanantiyo tanpa penjelasan dan dasar yang jelas.
“Sejak awal kami mempertanyakan kenapa ketua kami, Bangkit Mahanantiyo, di-Plt-kan tanpa sebab dan alasan yang kuat. Kami menilai itu sebagai bentuk arogansi DPW [Jawa Tengah],” tegasnya.
Sementara itu, beritajateng.tv telah mencoba menghubungi Bangkit Mahanantiyo namun belum memperoleh balasan dari yang bersangkutan.
Adanya Mosi Tidak Percaya Saat Agenda Rakerda DPD PSI Kota Semarang
Sebelum aksi pengunduran diri massal ini, 13 DPC tersebut telah menyatakan mosi tidak percaya saat rapat kerja daerah (rakerda) dengan agenda serah terima jabatan (sertijab) di Triizz Hotel Semarang pada Minggu, 11 Januari 2026 lalu.




