Potensi Pendapatan Bulanan: “Ini bisa digarap sendiri, tanpa perlu buruh tani. Cukup dua jam setiap hari dan konsisten, potensi laba bersihnya bisa mencapai sekitar Rp420 ribu per hari atau sekitar Rp12,6 juta per bulan. Ini tentu bisa menjadi tambahan penghasilan yang cukup baik bagi keluarga,” terang Sumanto.
Ia menilai contoh tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Terutama jika masyarakat mampu membaca kebutuhan pasar dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Ruang Dialog Petani Lalung bersama Ketua DPRD Jateng
Selain membahas peluang usaha pertanian, kegiatan temu tani juga menjadi ajang dialog antara petani dan Ketua DPRD Jateng Sumanto. Para petani turut menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam forum tersebut, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga pengembangan usaha pertanian.
Sumanto berharap para petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi juga mulai mengembangkan berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan permintaan pasar yang baik. Langkah ini bisa menekan risiko usaha sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih besar.
“Kita harus terus berinovasi. Pertanian bukan hanya soal menanam, tetapi juga bagaimana melihat peluang, menghitung potensi keuntungan, dan mengelolanya agar memberikan nilai tambah bagi keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Dukungan dari DPRD Kabupaten Karanganyar
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar, Latri Sulistyowati mendukung langkah Sumanto yang memotivasi warga untuk terus berkembang. Menurutnya, warga perlu tekad keras dan kejelian dalam memanfaatkan potensi yang ada agar setiap individu bisa mengubah nasibnya.
Dalam pertemuan tersebut, ia juga meminta warga agar menyampaikan aspirasinya kepada Ketua DPRD Jateng Sumanto.
“Monggo kehadiran Pak Manto ini bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan uneg-uneg dan aspirasi warga. Tentu kehadiran beliau membawa berkah dan harapan baru di tengah situasi keuangan negara yang sedang tidak baik-baik saja,” paparnya. (*)





