Jateng

Khawatir Berbenturan BUMDes, Anggota Komisi A DPRD Jateng: Jangan Paksakan Kopdes Merah Putih

×

Khawatir Berbenturan BUMDes, Anggota Komisi A DPRD Jateng: Jangan Paksakan Kopdes Merah Putih

Sebarkan artikel ini
PKS Pertanian | Koperasi Jawa Tengah
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tugiman Sesmita. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Kepenginnya mereka, desa yang BUMDes-nya sudah berjalan lebih baik teruskan. Lalu desa yang memang BUMDes-nya belum berjalan dengan baik, enggak apa-apa ada koperasi, atau pahit-pahitnya itu harus salah satu, karena enggak mungkin di desa itu akan bersaing dua lembaga yang pemerintah kelola semuanya, malah nanti gak efektif,” jelasnya.

Koperasi harusnya tumbuh secara natural, bukan paksaan

Lebih lanjut, Tugiman menegaskan sebuah koperasi idealnya tumbuh secara natural dari masyarakat, bukan karena paksaan. Ia menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang mendorong percepatan pembentukan koperasi bisa berisiko jika tidak disertai pendampingan dan peningkatan kapasitas pengurus.

“Koperasi itu kan sebenarnya lembaga yang itu tumbuhnya secara natural. Namanya juga koperasi; kan dari, oleh, dan untuk masyarakat toh? Artinya, sebaiknya memang koperasi itu tidak tumbuh karena paksaan,” tegasnya.

Dalam hematnya, jika koperasi lahir karena paksaan, maka orientasinya tidak akan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Tugiman pun menilai risiko kegagalan semakin tinggi jika pengurus tak mendapat keterampilan manajemen yang memadai.

“Nah, itu yang bisa terjadi, nanti kalau ke depannya ini pemberdayaan, pelatihan pengurus tidak serius akan berisiko tinggi juga, karena tidak dari dan untuk masyarakat. Kalau dari dan untuk masyarakat, saya yakin itu akan mandirinya tinggi,” terangnya.

BACA JUGA: Kendala Bantuan Modal dari Pusat, Rencana Bupati Brebes Gunakan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

Tak hanya itu, Tugiman turut menyoroti pendirian koperasi yang justru rawan bermasalah jika berjalan secara instan.

“Sekarang orang tidak tahu apa-apa terus jadi pengurus koperasi, ya kan? Orang juga dipaksa jadi anggota koperasi, padahal kan koperasi itu tumbuh secara natural. Catatan saya, harus ditingkatkan kapasitas pengelolaannya, kalau enggak, nanti akan berisiko tinggi,” bebernya.

Selain itu, Tugiman menekankan koperasi semestinya bertumpu pada kekuatan internal, seperti simpanan pokok, wajib, dan sukarela, sebelum mengandalkan dana pinjaman.