SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) di sektor industri dan pariwisata.
Hal itu disampaikan saat acara Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR di kompleks Kantor Gubernur Jateng, di Kota Semarang pada Jumat, 20 Februari 2026.
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menilai, Provinsi Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung transformasi ekonomi nasional.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Ajukan 9 Kawasan Industri Baru di Jateng: Ada Blora, Sragen, dan Banyumas
“Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal menjadikan Jawa Tengah sebagai simpul penting pengembangan industri baru di Pulau Jawa,” katanya.
Kontribusi Pariwisata Jateng
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2022–2025 yang terus meningkat.
“Luar biasa Jawa Tengah ini meningkat, tentu ini tidak lepas dari dampak positif rute penerbangan langsung dari Singapura, Kuala Lumpur ke Semarang,” kata legislator dapil Jawa Tengah III ini.
Adapun di tahun 2025, tercatat sektor pariwisata Jawa Tengah menyumbang 3,74% PDRB dengan peningkatan daerah tujuan wisata sebesar kurang lebih 32% sejak 2022.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Komisi VII DPR RI.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kunjungan kerja reses Komisi VII DPR ke Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran Bapak/Ibu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pusat dengan daerah,” kata Luthfi.
Ia mengatakan, pembangunan Jawa Tengah tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tapi juga perlu sektor-sektor yang lain.





