Scroll Untuk Baca Artikel
EkbisHeadlineNews Update

Kisah Inspiratif Berdirinya Toko Oen, Tetap Jaga Resep Otentik Hingga 4 Generasi

×

Kisah Inspiratif Berdirinya Toko Oen, Tetap Jaga Resep Otentik Hingga 4 Generasi

Sebarkan artikel ini
Kue ganjel rel khas Toko Oen.

Jakarta, 25/1 (BeritaJateng.tv) – Kekayaan sejarah dan kuliner yang dimiliki Semarang telah membuat ibu kota Provinsi Jawa Tengah tersebut menjadi destinasi wisata favorit bagi pengunjung lokal dan mancanegara.

Pamor berbagai makanan khas dan otentik yang lezat, telah sejak lama menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata bagi kota yang juga disebut Kota Atlas tersebut. Salah satu top merchant ShopeePay di Semarang, Toko “Oen” merupakan bisnis kuliner legendaris yang telah dirintis sejak era kolonial Belanda.

Berlokasi di Jalan Pemuda, Semarang, toko roti dan es krim ini secara konsisten menghadirkan berbagai menu lezat bergaya Belanda dan tak henti berinovasi hingga berhasil bertahan sampai saat ini sejak didirikan pada 1922.

Toko “Oen” pertama kali didirikan di Yogyakarta pada tahun 1922 oleh pasangan suami istri, Bapak dan Ibu Oen, dari ide untuk menghadirkan aneka hidangan roti dan es krim khas Belanda kepada warga Belanda yang saat itu masih banyak yang tinggal di Indonesia. Mereka kemudian membuka cabang di Jakarta dan Malang, dan akhirnya di Semarang pada tahun 1936.

Bisnis yang pada awalnya hanya menawarkan roti dan es krim khas Belanda, telah melakukan berbagai inovasi hingga akhirnya kini juga menjadi restoran dengan beragam tambahan varian menu yang bergaya Italia, Indonesia dan Chinese. Saat ini, hanya Toko “Oen” di Semarang yang masih dimiliki dan dikelola oleh keturunan keluarga “Oen” dan telah mencapai generasi keempat yang meneruskan bisnis tersebut.

Roy Riesta, General Manager Toko “Oen” menceritakan, “Sejak awal berdiri, Toko “Oen” memang menyajikan roti dan es krim khas Belanda sebagai produk utama sehingga sampai sekarang menu tersebut adalah menu favorit. Namun kemudian kami berinovasi dan membuka restoran dengan hidangan ala Eropa. Setelah berganti generasi, inovasi terus dilakukan sehingga kemudian ditambahkan menu-menu favorit pelanggan lainnya seperti menu ala Italia, ala Chinese, dan juga menu masakan Indonesia.”

Lika-Liku Bisnis Toko “Oen” Selama Pandemi

Tinggalkan Balasan